Monday, May 27, 2019
Home Apps Pengguna Android Bisa Bayar Cash di Play Store

Pengguna Android Bisa Bayar Cash di Play Store

-

Jakarta, Selular.ID – Berapa banyak jumlah aplikasi Android di Google play store, mungkin lebih banyak ketimbang aplikasi di App Store. Meskipun mendominasi aplikasi di play store, namun sayangnya, jumlah pendapatan Android lebih sedikit dibandingkan dengan iOS.

Oleh Karena itu, Google berniat untuk membuat metode baru dalam pembayaran untuk membeli aplikasi secara cash alias tunai. Sebelumnya untuk membeli sebuah aplikasi berbayar, pengguna harus memiliki kartu kredit sebagai alat pembayarannya.

Akan tetapi penggunaan kartu kredit menjadi kendala di negara berkembang, sehingga pengguna cenderung lebih nyaman mengunduh aplikasi-aplikasi gratis yang ada di Play Store.

Untuk menyiasati hal itu, seperti dilaporkan Engadget, Google menghadirkan pending transactions, yang menawarkan pengguna membayarnya tanpa menggunakan kartu kredit atau online payment lainnya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Google telah bekerja sama dengan 20 mitra carrier billing untuk mendukung pembayaran diseluruh negara.

Sementara untuk mencakup semua pengguna, Google menambahkan opsi baru dalam pembayaran tunai.Jika sudah memilih metode tunai untuk melakukan pembayaran, pengguna akan mendapatkan kode pembayaran untuk dibayarkan di toko ritel terdekat. Setelah melakukan pembayaran, pengguna akan mendapatkan email konfirmasi bukti pembayaran dan bisa mengunduh aplikasi.

Meskipun Google memiliki aplikasi yang lebih banyak dari iOS, namun belakangan Google lebih selektif dalam memasukan aplikasi di google play store. Hal ini dapat dilihat dari data yang diumumkan Google baru-baru ini, dan jumlah aplikasinya kian turun.

Pada tahun lalu Google tidak mengijinkan 55 persen lebih banyak aplikasi untuk masuk ke Play Store dibandingkan 2017. Sementara penangguhan aplikasi naik tidak kurang dari 66 persen.

Seperti dilansir Uber Gizmo, beberapa waktu lalu Andrew Ahn, Product Manager Google Play menjelaskan, alasannya, seluruh aplikasi tersebut dinilai berbahaya, sehingga bisa memicu aktivitas berbahaya termasuk hadware dan mengumpulkan data pengguna.

Hal tersebut juga juga merupakan investasi dalam perlindungan secara otomatis dan proses ulasan manusia yang memainkan peran penting untuk mengidentifikasi dan menindak aplikasi-aplikasi buruk,peningkatan penolakan dan penangguhan aplikasi ini merupakan bentuk upaya berkelanjutan untuk memperkuat kebijakan, dan mengurangi jumlah aplikasi berbahaya di Play Store.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest