Wednesday, July 17, 2019
Home News Meski Terpuruk, Sony Tetap Lanjutkan Bisnis Smartphone

Meski Terpuruk, Sony Tetap Lanjutkan Bisnis Smartphone

-

Jakarta, Selular.ID – CEO Sony, Kenichiro Yoshida, menolak seruan dari investor untuk meninggalkan unit smartphone yang bermasalah. Dilaporkan Reuters, Yoshida menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk mengembangkan bisnis smartphone karena masih melihat prospek yang cukup baik.

Berbicara dalam briefing dengan investor perusahaan, Yoshida mengatakan bahwa Sony memandang bisnis mobile sebagai “sangat diperlukan”. Ia menjelaskan smartphone adalah “perangkat keras untuk hiburan dan komponen yang diperlukan untuk membuat merek Sony berkelanjutan”.

“Dan generasi muda tidak lagi menonton TV. Titik sentuh pertama mereka adalah smartphone, ”tambahnya.

Seperti diketahui, bisnis smartphone yang dilakoni Sony telah lama tercecer, tertinggal dari pesaing besar, seperti Apple dan Samsung.

Sony bahkan tidak mengimbangi mampu vendor-vendor China yang semakin agresif. Padahal merek-merek China seperti Oppo, Vivo, Huawei, Xiaomi, baru hadir di pasar belum terlalu lama, 5-10 tahun.

Baru-baru ini, unit smartphone Sony mencatat kerugian operasi sebesar JPY97,1 miliar ($ 879,9 juta) untuk periode hingga akhir Maret 2019. Sony menambahkan bahwa mereka hanya mampu mengirim 6,5 juta handset setiap tahun, sehingga memberikan pangsa pasar kurang dari 1 persen.

Investor dilaporkan menekan perusahaan untuk membatalkan bisnis smarphone sebagai akibat dari kinerja yang buruk, tetapi Yoshida bertekad ingin mendorong pemulihan.

Sebagai bagian dari rencana turnaround, Yoshida telah menghentikan produksi smartphone di salah satu pabrik di Beijing. Langkah tersebut dengan sendirinya, memangkas ribuan pekerja. Dengan berbagai langkah efisiensi, Sony berharap bisa memangkas biaya operasinya sebesar 50%.

Selain itu, Yoshida juga berencana untuk mengintegrasikan lebih banyak fitur game dalam smartphone, memanfaatkan keberhasilan platform PlayStation, yang selama ini sukses menjadi tambang uang bagi Sony.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja Sony memang mengkhawatirkan. Raksasa Jepang itu, mencatat rekor penurunan penjualan. Kondisi itu membuat masa depan bisnis smartphone yang telah mereka geluti sejak lama, terus menjadi bahan spekulasi.

Satu tahun yang lalu, Sony memperkirakan 10 juta penjualan smartphone sepanjang 2018. Beberapa bulan kemudian, perusahaan merevisi angkanya menjadi 9 juta dan kemudian menjadi 7 juta.

Januari ini, revisi lain turun menjadi 6,5 juta dan ternyata itulah angka sebenarnya seluruh smartphone yang dikirimkan Sony selama periode 12 bulan.

Angka itu sangat jauh dari hampir 40 juta smartphone yang dijual Sony pada tahun 2014. Angka itu terlihat semakin buruk ketika dipecah per kuartal.

Antara Maret dan Juni 2018, perusahaan mengirimkan 2 juta unit, yang kemudian turun menjadi hanya 1,6 juta pada bulan-bulan menjelang Oktober.

Peluncuran Xperia XZ3 dan musim Natal 2018, sempat memberikan sedikit dorongan untuk bisnis smartphone Sony selama bulan-bulan terakhir 2018, tetapi perusahaan masih hanya mengirimkan 1,8 juta unit.

Melihat ke masa depan, Sony memperkirakan penjualan smartphone hanya berkisar 5 juta unit antara sekarang sampai Maret 2020. Mengenai profitabilitas, bisnis smartphone Sony mungkin tidak akan sepenuhnya menguntungkan hingga Maret 2021.

Latest