Monday, October 14, 2019
Home Apps Bos Telegram Sindir WhatsApp Tidak Pernah Aman

Bos Telegram Sindir WhatsApp Tidak Pernah Aman

-

Jakarta, Selular.ID – WhatsApp berhadapan dengan isu keamanan terkait hacker. Aplikasi ini menemukan kerentanan yang memungkinkan penyerang untuk memasang kode berbahaya di iPhone dan ponsel Android dengan menelefon perangkat.

Dihadapkan dengan ancaman keamanan, membuat aplikasi pesan singkat ini mendapat komentar sedikit tidak mengenakan salah satunya dari orang nomor satu Telegram.

Seperti ditulis Independent, dalam blognya, Pavel Durov, CEO Telegram menyebutkan bahwa WhatsApp tidak akan pernah aman.

“WhatsApp itu punya riwayat yang konsisten, dari nol enkripsi hingga rentetan masalah yang anehnya cocok untuk kepentingan pengawasan,” tulis Durov.

Durov pun menyindir tiap kali WhatsApp memperbaiki masalah kemanan, akan ada celah keaman baru lagi yang muncul. Ia juga membandingkan WhatsApp dengan aplikasi besutannya.

Berbeda dengan Telegram, WhatsApp bukanlah aplikasi open-source, sehingga para peneliti kemanan tidak bisa mengecek apakah ada “pintu rahasia” atau backdoor di kode WhatsApp yang bisa dipakai pihak tertentu untuk menyadap pengguna.

Setelah diserang hacker, WhatsApp pun tidak tinggal diam, kabarnya, WhatsApp telah memberi pengarahan kepada sejumlah organisasi hak asasi manusia untuk berbagi informasi yang bisa bekerja sama dengan mereka untuk memberi tahu masyarakat sipil.

WhatsApp mengklaim memiliki 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia dan merilis pembaruan perangkat lunak, beberapa hari ini.

Perlu diketahui masalah yang dialami WhatsApp memberikan keuntungan bagi Telegram, pasalnya saat WhatsApp mengalami down pada Maret beberapa waktu lalu Durov, menyebutkan kalau ada 3 juta pengguna baru selama 24 jam terakhir.

Pihak Telegram menyebut bahwa banjir pengguna baru biasanya terjadi ketika ada layanan serupa yang sedang mengalami gangguan. Gangguan seperti ini biasanya memang menghasilkan pengguna baru

Namun pihak Telegram tidak menyebutkan secara pasti apakah jutaan pengguna tersebut adalah mereka yang pergi dari layanan Facebook dan kawan-kawan saat Facebook dan WhatsApp tumbang.

Aplikasi pesan singkat Telegram akhir-akhir ini terus menggulirkan pembaruan. Seiring dengan pembaruan itu membuat pengguna Telegram kabarnya kian bertambah.

Telegram telah mengumpulkan pengikut dari berbagai layanan messenger lain sejak dirilis.

Dikatakan Durov, Telegram percaya bahwa semua orang memiliki kebebasaan dalam segala hal, seperti berkomunikasi.Untuk berkomunikasi secara pribadi.

Telegram memang dikenal memiliki fokus yang berbeda dengan aplikasi-aplikasi serupa. Perusahaan ini sejak awal sudah memfokuskan diri terkait privasi dan keamanan pengguna.

Aplikasi ini menggunakan sistem enksripsi end-to-end untuk memastikan komunikasi yang dilakukan tidak dapat diketahui pihak lain. Sehingga pengguba bebas berkomunikasi dengan pengguna lainnya.

Selain itu, Telegram juga memiliki fitur β€œSecretChat”. Fitur ini memungkinkan pesan dapat diatur untuk terhapus secara otomatis dari masing-masing perangkat.

Sejauh ini Telegram memang memiliki layanan yang memiliki keunggulan terkait privasi dan ruang (chatting) tanpa batas untuk semua orang.

Telegram sendiri diketahui memiliki 200 juta pengguna aktif bulanan hingga Maret 2018 lalu.

Latest