Wednesday, October 16, 2019
Home News FinTech Pembayaran Cashless Jadi Point Penting Kemajuan Pariwisata Indonesia

Pembayaran Cashless Jadi Point Penting Kemajuan Pariwisata Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID –Pertama kalinya Indonesia meraih peringkat pertama untuk wisata halal dunia versi Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019.

Artinya, dengan perhargaan ini sejumlah destinasi wisata yang ada di Indonesia dinyatakan sebagai wisata ramah muslim teratas, seperti Medan, Sumbawa, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sejumlah wilayah lainnya di kalangan negara-negara Non Organisasi Kerja Sama Islam (Non OKI) yang diikuti Thailand, Inggris, Jepang dan Taiwan.

Tommy Singgih, Director Mastercard Indonesia menjelaskan, bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang sangat progresif dan ini adalah prestasi yg diraih berkat usaha dan komitmen pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementeriaan Pariwisata.

Namun dikatakan Tommy apa yang sudah diraih industri pariwisata saat ini, harus dijaga dan dipertahankan oleh semua lapisan.

Menurut Tommy ada beberapa hal yang menjadi bagian dalam mempertahankan industri pariwisata di Indonesia, khususnya di era digital.

“Salah satunya sistem pembayaran.Apalagi saat ini era digital, dan dengan insfrastruktur yang sudah dibangun seperti sistem pembayaran cashless,”ujar Tommy, di Jakarta (08/04/19).

Menurut Tommy, metode transaksi cashless yang kini cukup populer di Indonesia. Beragam cara pembayaran cashless kini mulai hadir Indonesia untuk mendukung pertumbuhan masyarakat cashless.

“Jika turis wisatawan harus selalu ke money changer sepertinya tidak efisien dan cukup menghambat perjalan mereka, namun jika sudah sistem cashless praktis,”kata Tommy lagi

Sistem cashless dapat diartikan sebagai suatu sistem di mana segala transaksi tidak lagi menggunakan uang tunai atau fisik, tapi melalui media elektronik seperti kartu debit dan dompet virtual.

Bila dibandingkan dengan menggunakan uang tunai, metode pembayaran cashless didesain agar lebih nyaman digunakan. Bukan hanya dengan menggesek kartu.

Sementara Arief Yahya, Menteri Pariwisata Indonesia Menuturkan,Indonesia bersanding di posisi teratas dengan Malaysia, dikatakan dia Indonesia layak jadi yang terbaik untuk wisata muslim.

“Setelah Indonesia dan Malaysia di peringkat teratas, peringkat ketiga diraih oleh Turki dan disusul oleh Arab Saudi di peringkat keempat. Sedangkan peringkat kelima diraih oleh Uni Emirat Arab,”tutur Arief

Ditambahkan Arief, pasar wisata halal merupakan salah satu sektor pariwisata dengan tingkat pertumbuhan tercepat di seluruh dunia.

Tetapi, terlepas dari potensinya yang besar, sektor ini relatif masih belum dikembangkan secara maksimal.

Pada 2026, kontribusi sektor pariwisata halal diperkirakan melonjak 35% menjadi US$300miliar terhadap perekonomian global, meningkat dari US$ 2020.

“Indonesia mentargetkan kenaikan 25% wisatawan halal dari wisatawan yang datang ke Indonesia, tidak harus wisatawan muslim, ini pengertiannya produk halal yang ada di Indonesia, karena kebutuhan makanan kan nomor satu,”pungkas Arief

Latest