Friday, July 19, 2019
Home News Facebook Akan Berikan Sangsi Bagi Pengguna yang Rajin Sebar Hoaks

Facebook Akan Berikan Sangsi Bagi Pengguna yang Rajin Sebar Hoaks

-

Jakarta, Selular.ID – Sebagai sosial media Facebook menjadi acuan untuk mengetahui informasi.

Karena kebanyakan pengguna lebih dulu mengtahui suatu informasi dari berita yang di share di Facebook, sehingga tidak mengherankan jika Facebook kerap disusupi informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoaks.

Seperti dilaporkan Mashable, untuk membenahi reputasinya sebagai platform sarang hoaks. Upaya terbarunya menyasar laman grup-grup Facebook yang kerap membagikan hoaks dan informasi keliru, terlebih menjelang musim pemilu di berbagai negara.

Laman grup yang ketahuan rajin menyebar hoaks akan beri sangsi dengan membatasi sebaran informasinya di lini masa Facebook.

Perubahan itu cukup penting, untuk mencegah hoaks yang tersebar lebih luas, setidaknya di platform Facebook.

Facebook juga akan menyortir urutan berita, mulai dari yang sangat penting secara umum hingga berita populer. Cara ini kurang lebih sama dengan yang dilakukan Google dalam memberikan hasil pencarian.

Apabila situs sering ditautkan ke situs lain, sistem akan menganggap sumber tersebut terpercaya. Cara ini disebut akan memudahkan Facebook untuk memberitahu penggunanya apakah penerbit yang merilis berita adalah sumber terpercaya atau tidak.

Tak cuma di linimasa, Facebook juga melakukan beberapa perubahan di Messenger. Beberapa fitur WhatsApp yang digunakan untuk mengurangi sebaran hoaks mulai digulirkan ke Messenger.

Salah satunya label “forwared” yang mengnindikasikan bahwa pesan yang mereka terima bukan pesan orisinil melainkan sudah diteruskan sebelumnya. Ada pula “tombol konteks” yang memungkinkan orang-orang untuk melihat detail informasi yang telah mereka kirim.

Perubahan lain juga digulirkan Facebook untuk membuat penggunanya merasa lebih aman berselancar di platform jejaring sosial itu.Perubahan tersebut meliputi adanya alat pemblokir yang lebih rinci dan memberikan lencana verifikasi untuk profil di Messenger.

Pengguna juga akan bisa menghapus unggahan dan komentar di sebuah grup meskipun telah meninggalkan grup tersebut. Facebook pun menambah lebih banyak informasi tentang “Page quality”, termasuk apabila judul berita tersebut “clickbait” atau tidak.

Tidak hanya konsentrasi ke informasi yang berpotensi hoaks, Facebook juga akan tingkatkan kemampuan AI, untuk mendeteksi video teroris.

Seperti dikabarkan BGR, baru-baru ink terkaite aksi penembakan teroris di Selandia Baru, untuk mencegah video serupa agar tidak beredar di masa depan, Facebook berencana untuk meningkatkan AI yang cocok dengan memberikannya kekuatan pendeteksian berbasis audio.

Pasalnya, sejauh ini Facebook mengandalkan AI platform. Platform ini dapat dengan cepat mendeteksi video yang berisi tindakan bunuh diri atau berbahaya, tetapi siaran penembakan tampaknya tidak terdeteksi.

Facebook gagal adalah karena komputer dilatih menggunakan konten-konten yang mirip. Sementara peristiwa di Selandia Baru sangat jarang terjadi.

Menurut Guy Rosen, Facebook VP of Integrity dalam blog resmi Facebook, adalah AI belum bisa membedakan video pembantaian tersebut dengan video-video game first-person shooter (FPS) seperti PUBG, Counter Strike, atau Call of Duty.

Sehingga untuk dapat melatih AI yang cocok untuk mendeteksi jenis konten tertentu, platform membutuhkan volume data pelatihan yang besar.

Rosen, membahas keberhasilan dan kekurangan perusahaan dalam mengatasi situasi tersebut, serta rencananya untuk mencegah video seperti itu menyebar di jejaring sosial masa depan.

Latest