Thursday, November 14, 2019
Home Apps Khusus Pengguna Premium Hooq Kini Bisa Diakses di Grab

Khusus Pengguna Premium Hooq Kini Bisa Diakses di Grab

-

Jakarta, Selular.ID –Grab dan Hooq umumkan kemitraan untuk menghadirkan konten hiburan premium di Indonesia.

Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia menjelaskan, bahwa kemitraan ini merupakan langkah dalam mewujudkan visi Grab menjadi everyday superapp.

“Hooq akan terintegrasi dengan aplikasi Grab untuk menghadirkan layanan dan pengalaman menonton video streaming tanpa hambatan bagi pelanggan di Indonesia,”ujar Ridzki di Jakarta (13/02/18).

Kemitraan ini menurut Ridzki, meliputi akses ke konten populer Hooq dari indonesia, Asia dan Hollywood, serial orisinal terbaru, serta 19 free to air TV. Seluruh pelanggan Grab dapat mengakses Hooq selama tiga bulan tanpa registrasi.

Dikatakan Ridzki, layanan video terbaru ini akan menjadi pintu gerbang ke dunia hiburan tanpa hambatan.

Dengan mengintegrasikan layanan video ke dalam aplikasi Grab, pengguna dapat semakin mudah menonton serial televisi atau film lokal favorit mereka langsung dari aplikasi Grab.

“Kedepannya, kami juga akan menyediakan pilihan rekomendasi video yang sesuai dengan lokasi, waktu dan prilaku pengguna, untuk saat ini tersedia bagi pengguna Grab Premium dengan dua ribu point, kedepannya akan dibuka untuk umum, tunggu saja”kata Ridzki lagi.

Sementara Guntur S Siboro, Country Head Hooq Indonesia menjelaskan, bahwa kehadiraan Hooq di Grab di Indonesia, merupakan negara pertama di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Guntur, pemilihan Indonesia sebagai negara pertama bukan tanpa sebab, alasannya adalah 60 hingga 75 persen traffic berasal dari Indonesia, sehingga ini yang mendasari Hooq hadir di Grab di Indonesia terlebih dulu.

“Dimulai di Indonesia, sebelum diluncurkan di Singapura, Filipina dan Thailand, sejauh ini Hooq sudah diunduh sekira 35 juta unduhan”tutur Guntur

Guntur juga menambahkan, video online telah menjadi salah satu format media yang paling populer di Asia Tenggara, dimana sekitar 80 persen dari masyarakat Asia Tenggara menyatakan bahwa mereka menonton video online setiap harinnya.

Kemitraan ini juga akan memenuhi pernintaan video online yang cukup tinggi dari masyarakat Asia Tenggara, diketahui pendapatan dari biaya berlangganan video on demand diprediksi akan meningkat hingga 6,5 kali menjadi USD 390 juta pada 2022 dari USD 60 juta tahun 2017.

Latest