Jakarta, Selular.ID – Facebook baru-baru ini menghapus sejumlah akun di platformnya yang dinilai sebagai perilaku tidak wajar.

“Kami telah menghapus 207 halaman Facebook, 800 akun Facebook, 546 Grup Facebook, dan 208 akun Instagram yang terlibat dalam perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Facebook di Indonesia. Perilaku ini bahkan diniliai menyesatkan orang lain atas semua postingan di akun Facebook mereka. Semua Halaman, akun, dan grup ini masuk ke dalam Grup Saracen dan sindikat online di Indonesia,” posting Nathaniel Gleicher, Head of Cybersecurity Policy di laman Facebook Newsroom.

Saracen sendiri memiliki makna yang luas. Saracen yang dimaksud Facebook disini adalah para penyebar ujaran kebencian, kesesatan dan hal lain yang merugikan orang lain.

BACA JUGA:
WhatsApp Lampaui Facebook sebagai Aplikasi Terpopuler

Disampaikan Nathaniel, Grup Saracen dan perilaku tidak otentik yang terkoordinasi tersebut merupakan pelanggaran terhadap kebijakan Facebook.

“Oleh karena itu kami melarang dan menghapus akun tersebut dari platform kami,” papar Nathaniel.

Data yang dirilis Facebook dan Instagram menyebutkan bahwa sekitar 170.000 orang telah mengikuti salah satu dari akun dan halaman Facebook yang dihapus tersebut. Lebih dari 65.000 mengikuti salah satu akun Instagram Saracen tersebut.

Halaman dan Grup yang dihapus Facebook dan Instagram tersebut karena dianggap Saracen mencakup halaman Permadi Arya, laman Kata Warga, laman Darknet ID, grup berita hari ini dan grup ac milan indo.

BACA JUGA:
Tiru Change.org, Facebook Hadirkan Fitur Petisi

“Facebook mencatat halaman, grup, dan akun ini berdasarkan perilaku mereka, bukan konten yang mereka posting. Dalam hal ini, orang-orang di belakang kegiatan Saracen ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk merepresentasikan diri mereka sendiri. Inilah alasan utama kami menghapus akun Saracen tersebut,” ujar Nathaniel.

Nathaniel mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendeteksi dan menghentikan segala hal yang menyesatkan.

“Kami tidak ingin layanan kami digunakan untuk memanipulasi orang. Yang kami lakukan merupakan salah satu dari banyak langkah yang telah kami tempuh untuk mencegah pihak yang menyalahgunakan platform kami. Kami akan terus melakukan upaya untuk memastikan tidak ada lagi akun palsu, akun penyebar kebencian dan kesesatan,” tandas Nathaniel.

BACA JUGA:
Facebook Gratiskan Upload Foto HD?

Tindakan penghapusan akun Saracen tersebut menuai respon dari pemilik akun. Salah satunya Arya Permadi alias Abu Janda.

Seperti ramai diberitakan, Abu Janda tidak terima dengan tuduhan Facebook terhadap dirinya atas Saracen dan telah menghapus halaman fans page Abu Janda miliknya. Bahkan Abu Janda akan menggugat Facebook secara perdata dan pidana berdasarkan UU ITE. Tak tanggung-tanggung, gugatan yang akan diajukan Abu Janda senilai Rp 1 Triliun.

Abu Janda
Abu Janda

Abu Janda telah mengajukan somasi kepada Facebook Indonesia pekan ini. Dalam somasinya, Abu Janda meminta Facebook untuk segera memulihkan akunnya dalam waktu 4 hari. Jika Facebook tidak menghiraukannya, maka gugatan tersebut akan dilayangkan Abu Janda.