Jakarta, Selular.ID – Inovasi adalah nama yang biasa orang katakan tentang Apple dan iPhone-nya. Alhasil, selama bertahun-tahun, Apple selalu dipersepsikan sebagai perusahaan yang paling inovatif di dunia.

Namun, dalam 12 bulan terakhir, Apple – terutama menyangkut iPhone – telah lebih banyak kehilangan sentuhan inovasi yang selama ini menjadi daya magis Apple.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa dalam kurun waktu singkat, satu tahun, Apple telah kehilangan posisinya sebagai perusahaan paling inovatif di dunia. Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang berbasis di Cupertino, California itu, langsung melorot ke posisi 17.

Majalah bisnis Fast Company telah merilis daftar tahunan “50 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia,”. Secara mengejutkan, perusahaan platform teknologi asal China Meituan Dianping didaulat sebagai pemuncak pada 2019.

BACA JUGA:
Rahasia Meituan dan Grab Sabet Predikat Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

Meituan Dianping bekerja sebagai agregator untuk pemesanan dan pengiriman layanan seperti makanan, menginap di hotel , dan tiket film.

Menurut laporan Fast Company, produk Apple yang paling mengesankan – perusahaan pertama yang berbasis di AS yang menyentuh penilaian triliun dolar – pada 2018 bukanlah iPhone atau iPad, tetapi chipset A12 Bionic-nya.

“Memulai debutnya pada iPhone musim gugur yang lalu, ini adalah prosesor pertama di industri berdasarkan pada proses manufaktur tujuh nanometer. Transistor A9 yang 6,9 miliar memberikan kinerja yang secara dramatis lebih cepat, konsumsi daya yang lebih rendah, yang sangat menunjang untuk beragam aplikasi intensif seperti AI, AR, dan fotografi”, kata laporan itu.

BACA JUGA:
Pasar iPhone Melemah di China, Apa Sebabnya ?

Tahun lalu, beragam inovasi yang dihasilkan Apple seperti AirPods, augmented reality, dan iPhone X, menjadi alasan bagi Fast Company untuk mendaulat Apple menjadi terdepan dalam daftar perusahaan inovatif.

Namun dalam satu tahun, perusahaan teknologi seperti Square, Twitch, Shopify, Peloton, Alibaba, dan Truepic telah mengamankan posisi di depan Apple.

“Dalam satu tahun terakhir, Apple tidak benar-benar menemukan jalan baru dengan perangkat mereka. Di sisi lain, penjualan perangkat keras terbukti lamban,” kata editor senior Fast Company Amy Farley mengatakan kepada CNBC.

Harga yang lebih tinggi dari iPhone 2018 dan program penggantian baterai Apple, disinyalit memiliki kontribusi dalam kinerja yang tidak begitu baik dari jajaran iPhone terbaru yang terdiri – iPhone XS, iPhone XS Max dan iPhone XR.

BACA JUGA:
Apple Percepat Rilis Layanan Streaming menjadi 25 Maret?

Fast Company menilai, ada banyak “kehendak tidak akan” seperti situasi di sekitar Apple dan iPhone saat ini. Berdasarkan rumor yang muncul tentang iPhone 2019, tampaknya tidak ada terlalu banyak inovasi yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Persoalan lain yang juga krusial menyangkut penetapan harga. Apakah Apple akan terus menaikkan harga atau akhirnya akan menyerah dan tidak menaikkannya?

Sebagai perusahaan teknologi, inovasi memang tetap menjadi jantung dari apa yang akan dilakukan oleh Apple selanjutnya. Namun, tentu saja masih harus dilihat, apakah inovasi itu akan datang dalam bentuk iPhone atau melalui perangkat lain.