Jakarta, Selular.ID – Beberapa waktu lalu, para driver Grab baik motor maupun mobil melakukan aksi demo di kantor Grab. Dalam aksinya, para mitra driver meminta pihak Grab mencabut suspend yang diberikan kepada mereka.

Grab memberikan suspend atau sanksi kepada para driver karena sejumlah tindakan pelanggaran yang dilakukan para driver. Misalnya kelalaian para driver, tindakan kecurangan hingga tindakan kriminal.

BACA JUGA:
Rahasia Meituan dan Grab Sabet Predikat Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

Terkait hal ini, kami Redaksi Selular.ID meminta tanggapan kepada Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia disela acara temu media di bilanagan Menteng, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia dan Co-Founder Grab, Hooi Ling Tan
Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia dan Co-Founder Grab, Hooi Ling Tan

“Kita memiliki prinsipal untuk membela kepentingan penumpang dan mitra pengemudi yang jujur. Kita punya colour coding untuk suspensi. Ada 3 warna dalam colour coding. Masing-masing warna memiliki perbedaan. Warna ditentukan berdasarkan pelanggaran yang dilakukan driver Grab,” ujar Ridzki.

BACA JUGA:
Grab To Work di Bandung Rentan Langgar Aturan Anti Monopoli

Dikatakan Ridzki, suspensi yang diberikan kepada mitra driver, tingakatan nya bermacam-macam.

“Untuk kategori tindakan pelanggaran yang masih bisa dapat kesempatan, kita akan mempertimbangkan untuk mencabut suspensi nya. Kalau tindakan kiriminal, tidak bisa kita tolerir. Kalau barang hilang masih bisa kita pertimbangkan,” papar Ridzki.

Dijelaskan Ridzki, suspensi driver dapat dicabut sesuai tingkat pelanggarannyang dilakukan driver.

BACA JUGA:
Ditemukan Banyak Kecurangan, Gojek Tuding Data Lembaga Riset Tidak Valid

“Bagi driver yang ingin bernegosiasi dalam mencabut suspensinya, bisa datang ke driver center,” tutup Ridzki.