Jakarta, Selular.ID – Minimnya tenaga kerja lokal yang kompeten di bidang teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat penggiat digital ‘gerah’. Guna mencetak tenaga ahli AI lebih cepat, Bukalapak segera meresmikan AI Research Center pertama di Indonesia.

“Saat ini kami punya 8.000 engineer dan masih butuh ribuan lagi dalam lima tahun ke depan. Untuk memenuhi itu, terutama talenta di AI susah, kami buat Bukalapak Research Center,” ucap Ahcmad Zaky, pendiri sekaligus CEO Bukalapak, pada seminar Future Forecast of The Indonesia Tech Ecosystem, dalam gelaran IdeaFest 2018 di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

BACA JUGA:
Kopdar Akbar Komunitas Bukalapak Dihadiri Ribuan Pelapak

Di situ, Bukalapak akan mengajak murid SMK dan mahasiswa untuk bergabung. Karena menurut Zaky, di bangku kuliah ilmunya masih konseptual belum praktek.

“Nah kami ingin bawa praktek AI di luar negeri ke Indonesia dengan Bukalapak Research Center,” tuturnya.

Zaky mengatakan AI adalah bidang baru. Dirinya ingin banyak perusahaan kerja sama dengan Bukalapak agar pengetahuan tentang AI lebih cepat berkembang di seluruh negeri.

BACA JUGA:
Harbolnas 2018, Bukalapak Targetkan Kenaikan 4 Kali Lipat

“Kerja sama saling menguntungkan. Semoga, beberapa tahun lagi akan banyak tenaga AI dan peneliti AI di Indonesia,” ucapnya.

Mengenai persiapan peresmian, Zaky mengaku baru saja meminta dukungan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

“Mudah-mudahan bisa jadi contoh Kementerian Ristekdikti tentang bagaimana kolaborasi antara perusahaan dengan kampus,” imbuhnya.

BACA JUGA:
Gandeng Tanamduit, Bukalapak Sediakan Investasi Reksadana

Lalu kapan Bukalapak Research Center akan mulai dibuka?

“Bersama ITB dan Menristekdijti, kami akan launch AI Research pertama di Indonesia bulan depan,” pungkas Zaky.