Wednesday, April 24, 2019
Home Smartphone Tips Membedakan Ponsel Resmi dan BM

Tips Membedakan Ponsel Resmi dan BM

-

Jakarta, Selular.ID – Peredaran ponsel Black Market (BM) masih ada saja di Indonesia. Bahkan sekarang peredaran ponsel BM semakin luas baik secara online maupun offline. Di online, e-commerce ditengarai menjadi wadah yang sering digunakan oleh sejumlah oknum dalam menjual ponsel BM.

Masalah ini seakan tidak ditemukan akarnya. Masalah ponsel BM ini butuh perhatian khusus dari pemerintah Indonesia, vendor smartphone, toko retail, e-commerce dan sejumlah pihak terkait. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merilis aplikasi untuk mencegah ponsel BM bernama Sirani beberapa waktu lalu.

Masalah ponsel BM ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Indonesia seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Baik pemerintah Indonesia, vendor smartphone, toko retail, e-commerce terus berusaha untuk memerangi peredaran ponsel BM tersebut. Namun tetap saja para pembeli harus jeli ketika membeli sebuah smartphone.

Ponsel BM memang memiliki harga yang lebih murah dibandingkan smartphone original. Hal ini dikarenakan ponsel BM tidak terkena pajak atau lisensi dari suatu produk. Inilah yang menjadi daya tarik masyarakat Indonesia untuk membeli ponsel BM.

Namun, acap kali ponsel BM tersebut mengalami kerusakan atau cacat. Para pembeli tidak bisa complain ke vendor smartphone karena tidak adanya garansi resmi. Biasanya hanya garansi toko saja.

Barang tidak sesuai keingginan menjadi dampak buruk yang sering dialami pemburu ponsel BM. Untuk membedakan mana ponsel original dan ponsel BM dibutuhkan ketelitian bagi para pembeli.

Berikut cara membedakan mana ponsel original mana ponsel BM.

  1. Pastikan ponsel yang dibeli sudah resmi edar di Indonesia

Sebelum membeli smartphone, sebaiknya Anda melakukan riset kecil mengenai ponsel yang sudah resmi masuk Indonesia. Cari informasi mengenai ponsel resmi yang edar di Indonesia.

Anda bisa mencari informasi di situs resmi ponsel yang ingin Anda beli. Jika ponsel tersebut tidak resmi masuk ke Indonesia, namun beredar di pasar tanah air, dipastikan ponsel tersebut BM. Cek pula apakah ponsel tersebut mendapatkan sertfikasi dan garansi resmi.

  1. Cek toko mitra yang bekerjasama dengan vendor smartphone

Biasanya para vendor smartphone ketika meluncurkan produk baru di Indonesia, mereka bekerjasama dengan toko retail maupun e-commerce. Jika ditemukan ponsel di toko maupun e-commerce yang tidak bekerjasama dengan vendor smartphone tersebut, besar kemungkinan ponsel tersebut adalah BM.

“Kita bekerjasama dengan vendor smartphone dalam memasarkan produk mereka di Indonesia. Jadi, ketahuan mana ponsel resmi yang masuk ke Indonesia dan mana yang tidak,” jelas Radityo Triatmojo, Head of Government Relation Shopee Indonesia saat ditemui Selular.ID beberapa waktu lalu.

  1. Jangan tergiur dengan harga murah

Kebanyakan ponsel BM yang beredar di pasaran harganya relatif murah. Ini dikarenakan ponsel tersebut tidak masuk jalur resmi dan tidak terkena pajak. Sebelum membeli ponsel, cek dulu harga dari ponsel tersebut. Jika harganya lebih murah dari harga aslinya, jangan langsung tergiur, karena kemungkinan ini ponsel BM.

  1. Ponsel sudah tersertifikasi

Pastikan ponsel yang ingin Anda beli sudah tersertifikasi oleh Kemenperin dan Kominfo. Ponsel resmi biasanya terdapat label yang memuat nomor sertifikat. Kemudian, nomor tersebut bisa Anda cek di sertifikasi.postel.go.id. Anda juga bisa mengecek apakah ponsel tersebut resmi atau BM melalui aplikasi Sirani besutan Kominfo yang dapat di download di Play Store.

Jika nomor sertifikat tersebut muncul, artinya ponsel tersebut resmi. Sementara jika nomor tersebut tidak muncul, dipastikan ponsel BM.

“Seharusnya orang tidak melakukan penyelundupan lagi. Sertifikasi telepon seluler yang sebelumnya bisa memakan waktu sampai 2 bulan sekarang hanya menjadi 2 hari dengan menggunakan test report dari laboratorium terakreditasi mana saja yang disertai sejenis letter of undertaking, “ tegas Rudiantara seperti dilansir situs resmi Kominfo.

 

 

 

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest