Jakarta, Selular.ID – Perusahaan e-commerce yang berbasis di China, Meituan Dianping suskes meningkatkan valuasi hingga US$ 53 miliar. Peningkatan valuasi itu dipicu oleh kebehasilan melakukan IPO di Hong Kong yang mampu mengumpulkan dana segar hingga US$ 4,2 miliar.

Valuasi tersebut merupakan lompatan besar dari Oktober 2017. Saat itu Meituan Dianping yang didukung oleh dua raksasa internet Tencent dan Google, masih bernilai US$ 30 miliar setelah mengumpulkan US$ 4 miliar dalam putaran pendanaan Seri C.

Meituan Dianping adalah perusahaan teknologi dengan platform barang dan jasa. Perusahaan ini bisa disebut sebagai “Amazon-nya China”, menawarkan berbagai layanan pemesanan yang mencakup tiket film, liburan dan taksi. Dibentuk sejak 2015 karena penggabungan dua perusahaan kecil, Meituan dan Dianping.

Keberhasilan meraup dana segar dari IPO, membuat manajemen Meituan Dianping lebih optimis untuk memenangkan persaingan. Manajemen berencana untuk menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan teknologi, mengembangkan produk dan layanan baru, dan melakukan akuisisi, serta investasi.

Mengingat penawaran yang begitu beragam, bisnis yang dikembangkan oleh Meituan Dianping memiliki banyak pesaing. Di ruang pengiriman makanan, ia bersaing dengan Ele.me yang didukung oleh raksasa Cina Alibaba Group. Sementara di bisnis pemesanan taksi online, saingannya termasuk Didi Chuxing, pemain terbesar di China.

Financial Times melaporkan, meski telah banyak mendapat suntikan modal, Meituan Dianping saat ini masih mengalami kerugian. Perusahaan juga tidak berharap akan memperoleh keuntungan selama beberapa tahun ke depan.

Sekedar diketahui, kiprah Meituan Dianping di Indonesia juga terdengar saat perusahaan terlibat dalam investasi terhadap GoJek. Salah satu unicorn Indonesia, yang sahamnya kini nyaris seluruhnya sudah dimiliki oleh investor asing.

Bersama dengan Google dan Temasek, dan Meituan-Dianping mengucurkan investasi besar kepada GoJek. Laporan Nasdaq (18/1/2018), menyebutkan bahwa investasi yang melibatkan Meituan-Dianping adalah bagian dari penggalangan dana sebesar USD1,2 miliar atau sekitar Rp15,9 triliun untuk Gojek.

Dengan kucuran dana tersebut, Meituan Dianping menjadi salah satu perusahaan yang menyokong bisnis GoJek di tanah air dan juga tiga negara lain di Asia Tenggara (Filipina, Vietnam dan Thailand).

Investor asing lainnya adalah Sequoia Capital, Warburg Pincus LLC, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, Formation Group, KKR, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets. Satu-satunya perusahaan lokal dibalik bisnis GoJek adalah Astra International.