Jakarta, Selular.ID – Kabut hitam masih menyelimuti Facebook. Setelah kasus pencurian data yang dilakukan Cambridge Analytica, Facebook dengan sengaja menjual data pengguna ke vendor smartphone asal Tiongkok. Sejumlah pihak termasuk para pengamat meyakini bahwa Facebook sengaja menjual data penggunanya ke Cambridge Analytica.

Beberapa waktu lalu SelularID meminta tanggapan dari Pratama Persadha, Pengamat Cyber Security terkait kasus pencurian data Facebook oleh Cambridge Analytica. Menurutnya, Facebook sengaja menjual data penggunanya ke Cambridge Analaytica. Karena data pengguna yang di-private sekalipun beserta teman-temannya dapat diambil oleh Cambridge Analytica. Ini jelas menunjukan bahwa Facebook sengaja menjual data ke Cambridge Analytica.

Dikutip dari laman CNN, Facebook telah meresmikan kemitraan berbagi data dengan vendor smartphone Tiongkok. Huawei salah satunya. Namun kerjasama sharing data tersebut dikawatirkan banyak orang terakit privasi dan keamanan data tersebut. Facebook dan Huawei telah menandatangani kesepakatan pembagian data dengan puluhan produsen ponsel dan tablet termasuk Apple (AAPL) dan Samsung (SSNLF).

BACA JUGA:
Oppo R17 Pro Tawarkan Trade-In dan Bundling Rp1

Kesepakatan dengan Huawei ini menarik perhatian khusus dari pejabat AS. Pemerintah AS menduga bahwa pemerintah China dapat menggunakan smartphone dan produk lainnya untuk pengumpulan data intelijen. Namun tuduhan pemerintah AS tersebut ditolak Huawei berulang kali.

“Huawei adalah produsen ponsel terbesar ketiga secara global dan perangkatnya digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat. Facebook bersama dengan banyak perusahaan teknologi AS lainnya telah bekerja dengan mereka dan vendor ponsel Tiongkok lainnya untuk mengintegrasikan layanan mereka ke ponsel ini,” ujar Francisco Varela, Facebook’s vice president of mobile partnerships.

BACA JUGA:
Ren Zhengfei Peringatkan Pertumbuhan Huawei Bakal Melambat

Vendor smartphone Tiongkok lainnya yang menandatangani kesepakatan pembagian data dengan Facebook adalah Lenovo (LNVGF), Oppo dan TCL, yang memiliki hak atas merek ponsel cerdas Alcatel dan Blackberry.

“Kami telah menyetujui Integrasi data Facebook dengan Huawei, Lenovo, Oppo dan TCL. Semua data pengguna Facebook yang terintegrasi disimpan di perangkat masing-masing, bukan pada server Huawei. Namun, kami tetap mengawasi kerjasama pembagian data tersebut,” ucap Varela.

BACA JUGA:
Demi Menghindari Sanksi, Huawei Tunduk Pada Tuntutan keamanan Inggris

Juru bicara Huawei mengatakan bahwa seperti semua penyedia ponsel pintar terkemuka, pihaknya bekerja dengan Facebook untuk membuat layanan Facebook lebih nyaman bagi pengguna. Dietgaskannya, Huawei tidak pernah mengumpulkan atau menyimpan data pengguna Facebook apa pun.

Baca juga: Facebook Sangkal Jual Data Pengguna ke Pengiklan, Benarkah ?

Huawei telah berulang kali membela diri, mengatakan bahwa produknya dijual di 170 negara dan telah memenuhi standar tertinggi keamanan, privasi di setiap negara termasuk Amerika Serikat.  Lantas bagaimana dengan Indonesia ? Apakah kasus penyalahgunaan data kembali terjadi akibat penjualan data Facebook ke Huawei ? Sementara 3 vendor ponsel Tiongkok lainnya belum berkomentar.