Jakarta, Selular.ID – Setelah 4G, industri telekomunikasi bersiap menuju generasi ke-5 yaitu 5G. Teknologi 5G ini rencananya akan dilepas ke pasar pada 2020 mendatang.

Indonesia pun bersiap menuju teknologi 5G. Dikatakan Ismail, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan bahwa, Indonesia memiliki tiga frekuensi yang disiapkan untuk bisa menghadirkan 5G, yaitu spektrum 3,5GHz, 2,6GHz atau 2,8GHz.

“Ketiganya merupakan pilihan spektrum frekuensi untuk teknologi 5G yang sudah disepakati dunia,” ujar Ismail di Sela-sela acara pameran mengenai teknologi 5G di Jakarta, (17/04/18).

Baca Juga:  Dua Tahun Lagi, ZTE Luncurkan Jaringan 5G Komersial

Dijelaskan Ismail, Indonesia memang sengaja memilih frekuensi 5G yang telah menjadi standar dunia. Hal ini salah satunya bertujuan menghemat pengeluaran untuk pengembangan dan pembelian berbagai perangkat 5G.

Menurutnya, kesepakatan dunia menentukan sebuah negara tidak bisa menetukan sendiri band frekuensi yang akan digunakan untuk 5G. Jika berbeda, akibatnya perangkatnya menjadi spesial, sehingga menyebabkan biayanya bisa lebih mahal.

“Kami ingin perangkat kita sama dengan negara lain, yang artinya ketika perangkatnya diproduksi dalam jumlah besar, pengeluaran lebih murah,” tuturnya.

Ismail menyebutkan bahwa frekuensi 2,6Ghz dan 2,8GHz dinilai ideal untuk berbagai layanan yang membutuhkan latency atau waktu respons yang rendah.

Baca Juga:  Menyoroti Kesiapan Vendor Jaringan Berebut Kavling 5G

“Tujuan 5G itu memiliki kegunaan macam-macam untuk berbagai hal penting, seperti layanan yang membutuhkan latency atau delay yang rendah. Jadi jangan sampai komunikasi di layanan itu terjadi delay,” ungkap Ismail.

Sebagai informasi, selain kecepatan mengunduh teknologi 5G mencapai hingga 10 Gbps sedangkan 4G maksimal hanya 1 Gbps. Kecanggihan lainnya adalah ultra low latency, yakni waktu yang dibutuhkan sebuah perangkat ke perangkat lain (latency) yang semula membutuhkan waktu 50 miliseconds menjadi hanya 1 miliseconds saja dengan 5G.

Baca Juga:  Menyongsong 5G, Ini yang Ditawarkan Qualcomm

Kelebihan terakhir adalah memungkinkan lebih banyak perangkat yang saling terkoneksi baik antarperangkat, perangkat smart home, maupun mobil-mobil pintar.

Hal ini menunjang prediksi teknologi di masa depan yang saling terkoneksi sehingga perlu butuh kapasitas dan bandwith yang lebih cepat.

Baca juga: Asia Menyumbang Hampir Setengah Dari Percobaan 5G Global

Sejumlah negara pun sudah melakukan uji coba jaringan 5G.Seperti di Korea Selatan pada 2017, di Austin dan Indianapolis Amerika Serikat, dan rumornya jaringan ini akan resmi diluncurkan pada pergelaran Olimpiade Tokyo 2020.