bitcoin naik

Jakarta, Selular.ID – Nilai tukar mata uang Bitcoin yang menurun tajam bekakangan ini disebabkan oleh mekanisme penawaran dan permintaan pasar seperti biasa.

Menurut Oscar Darmawan, CEO Indodax, turun naiknya Bitcoin berdasarkan prinsip supply dan demand. Secara internasional, dikatakan Oscar, demand Bitcoin luar biasa sedangkan supply terbatas.

“Bitcoin dibuat secara terbatas, hanya ada 21 juta Bitcoin yang beredar di seluruh dunia. Jadi naik turun menurut saya hal biasa,” kata Oscar.

Jika dibandingkan beberapa waktu lalu, nilai Bitcoin menurun hingga 50 persen. Namun Oscar menyarankan untuk melihat perkembangannya dari tahun ke tahun, tidak hanya naik-turun yang terjadi belakangan ini.

Namun, jika dilihat kembali sekitar tahun lalu, kata Oscar, harga Bitcoin juga pernah berada di bawah Rp100 juta.

Meski demikian, Oscar menyatakan optimistis dengan perkembangan Bitcoin mengingat perkembangan secara global bergerak ke arah positif.

Baca juga: Ingin Memulai Bisnis Bitcoin, Ini Syaratnya

“Secara garis besar, kurva (Bitcoin) masih naik,” kata dia.

Sementara mata uang kripto lainnya, Ethereum, cenderung bernasib lebih baik dari Bitcoin karena kini penggunaannya lebih luas serta teknologi blockchain yang antara lain didukung oleh Microsoft