Beranda News Banyak yang Belum Registrasi, Ini Langkah Pemerintah

Banyak yang Belum Registrasi, Ini Langkah Pemerintah

-

Jakarta, Selular.ID – Registrasi SIM card prabayar telah berlangsung sejak 31 Oktober 2017 sampai berakhir pada 28 Februari 2018. Proses registrasi tersebut harus divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Namun, Kominfo dan operator seluler masih memberikan tenggang waktu untuk masyarakat Indonesia melakukan registrasi hingga 30 April mendatang.

Meskipun sudah diberikan tenggang waktu, masih banyak pelanggan yang belum melakukan re-registrasi. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya hingga belasan juta pelanggan.

Dalam Rapat Kerja yang sudah berlangsung Senin (19/3/2018) dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) beserta para petinggi operator seluler, diantaranya Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata terkait registrasi SIM card prabayar, diketahui total pelanggan yang belum melakukan registrasi.

Dalam laporan yang dibacakan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, pelanggan Telkomsel tercatat masih sekira 13 juta pelanggan yang belum melakukan registrasi.

Kemudian, Indosat Ooredoo memaparkan masih ada 11 juta pelanggan yang belum melakukan re-registrasi.

Sedangkan XL  masih memiliki 9,6 juta pelanggan yang belum melakukan re-registrasi.

Ririek Adriansyah, Presiden Direktur Telkomsel mengatakan bahwa, semakin banyak pengguna mereka yang melakukan re-registrasi setelah operator memblokir panggilan dan SMS keluar dari nomer yang belum melakukan re-registrasi.

“Kini banyak yang mulai melakukan re-registrasi,” jelas Ririek di sela-sela  rapat kerja Komisi I DPR dengan Kominfo dan operator seluler, Senin (19/3/2018).

Melihat masih banyaknya pengguna operator seluler yang belum mendaftar, Komisi I DPR mendesak baik operator dan Kominfo untuk melakukan edukasi.

Mendengar desakan ini, Rudiantara dan para operator seluler memyanggupi keinginan Komisi I DPR.

“Kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka melakukan registrasi ulang,“ ujar Rudiantara.

Saat ini, pelanggan seluler prabayar lama masih bisa melakukan registrasi, meski sekarang memasuki tahapan pemblokiran layanan telekomunikasi secara bertahap. Kesempatan tersebut berlaku sampai 30 April, di mana pada 1 Mei mulai diberlakukan pemblokiran total.

Baca juga: Kominfo Selidiki Penyalahgunaan NIK dalam Registrasi Prabayar

Terhitung sejak Rabu (14/3), jumlah nomor prabayar yang dinyatakan berhasil teregistrasi mencapai 351 juta.

Artikel Terbaru