Jakarta,Selular.ID – Layanan JNE Trucking (JTR) yang diadopsi Bukalapak sejak beberapa minggu lalu memang masih belum terlihat efeknya.

Menurut Muhammad Fajrin Rasyid, Co-Founder dan CFO Bukalapak, dari dua juta pelapak, baru berkisar 10 ribu hingga 25 ribu pelapak yang menggunakan layanan JTR. Dikatakan Fajrin per harinya transaksi JTR hanya puluhan transaksi yang datang dari pelapak.

“Memang belum terlihat efeknya, karena JTR juga baru awal Februari kami kenalkan, dan belum secara masif dipromosikan. Jadi menurut saya wajar jika masib belum terlihat,” kata Fajrin di sela-sela peluncuran JTR di Jakarta (22/02/18).

Namun Fajrin melihat bahwa layanan JTR  kedepannya akan diandalkan pelapak dan customer. Pasalnya dari dua juta pelapak, 20%-nya adalah pelapak yang menjual barang-barang besar. Untuk saat ini baru 1% pelapak yang mengadopsi JTR di lapaknya, sehingga Fajrin melihat peluangnya masih cukup besar.

Apalagi dia melihat bahwa kedepannya banyak pelapak-pelapak yang akan menjual barang-barang besar dan berat.

Untuk saat ini layanan JTR yang ada di Bukalapak baru tersedia di Jakarta, Bali dan Sumatera. Namun Fajrin menjanjikan layanan ini akan tersedia di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bukalapak Hadirkan JTR Milik JNE Untuk Pengiriman Barang Besar

“Mudah-mudahan bulan depan layanan JTR di Bukalapak bisa hadir diseluruh Indonesia,”kata Fajrin.

Eri Palgunadi, Vice President of Marketing JNE menambahkan, untuk memaksimalkan layanan JTR, saat ini JNE menyiapkan dua ribu unit armada dan 10 unitnya dioperasikan untuk layanan JTR setiap harinya.