•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

IMG_20180114_124421Jakarta, Selular.ID – Google Play lagi-lagi disusupi malware. Kabarnya malware itu tersembunyi di dalam 60 aplikasi game yang sebagiannya diperuntukkan untuk anak-anak. Malware tersebut dinamakan Adult Swine

Di laporkan The Verge, malware pertama kali ditemukan oleh perusahaan keamanan Check Point Software Technologie. Malware pornografi yang tersembunyi di sejumlah aplikasi game.

Malware menampilkan gambar pornografi yang mirip seperti iklan, tetapi didesain untuk meminta pengguna mengunduh perangkat lunak keamanan palsu.

Aplikasi yang terkena dampak termasuk Five Nights Survival Craft, dengan 1 juta sampai 5 juta unduhan, dan Mcqueen Car Racing Game, yang telah diunduh setidaknya 500.000 kali.

Cara malware menyusup, yakni dengan cara memancing pengguna untuk mengklik tautan yang harus mereka bayar. Aplikasi ini telah diunduh antara tiga juta dan tujuh juta kali, kata periset yang mengutip data Google Play.

Google pun bergerak cepat, untuk menghilangkan aplikasi tersebut dari Google Play.  Google telah menghapus aplikasi dari Play, menonaktifkan akun pengembang dan akan terus menunjukkan peringatan yang kuat kepada siapa pun yang telah memasangnya.

Perusahaan mengatakan, pihaknya menghargai kerja Check Point untuk bekerja guna membantu pengguna tetap aman. Google menambahkan bahwa masalah ini tidak memanfaatkan kerentanan keamanan Android, dan perangkat pengguna tidak terpengaruh.

Bersama dengan mendorong pengguna untuk mengunduh scareware dan membayar untuk layanan premium, AdultSwine juga mencuri kredensial pengguna, menurut Check Point. Hal ini dilakukan dengan menghubungi server Command and Control pengembang setelah aplikasi diunduh, mengirimkan data tentang perangkat yang terinfeksi dan mendapatkan kembali petunjuk tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Apa yang dilakukan selanjutnya termasuk menampilkan iklan palsu, membuat pengguna takut tidak aman terhadap aplikasi keamanan palsu. Selain itu, malware juga membebankan korban untuk layanan yang tidak mereka minta atau terima.

Kecolongan bukanlah hal baru bagi Google, karena belum lama ini 36 aplikasi keamanan pun juga disusupi malware, yang diam-diam digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dari perangkat mereka.

Tidak hanya mencuri data pengguna, aplikasi tersebut juga digunakan untuk menyebarkan intrusive ads di perangkat.

Aplikasi itu kemudian dihapus oleh Google sekitar sebulan lalu. Sayangnya, tidak diketahui seberapa banyak aplikasi-aplikasi tersebut sudah diunduh oleh pengguna sejak keberadaannya di toko aplikasi Android tersebut.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here