Tuesday, October 27, 2020
Home News Tutup Tahun, Laba Xiaomi Diprediksi Melonjak USD1 Miliar

Tutup Tahun, Laba Xiaomi Diprediksi Melonjak USD1 Miliar

-

Lei jun
Lei jun
Jakarta, Selular.ID – Vendor smartphone asal China Xiaomi dilaporkan telah memberi tahu sejumlah kalangan, termasuk para bankir, bahwa perusahaan akan bisa mengalahkan target pendapatan 2017 “sebesar 18 persen”, menyusul perputaran yang mengesankan dalam ekspansi bisnisnya.

Menurut Reuters, Xiaomi diprediski mampu menghasilkan keuntungan minimal USD1 miliar pada 2017, berdasarkan perkiraan pendapatan bersih sebesar USD17 miliar menjadi USD18 miliar. Sedangkan keuntungan pada 2018 bisa mencapai USD2 miliar.

Laporan tersebut juga mengatakan Xiaomi sedang mempertimbangkan penerbitan obligasi untuk penawaran umum perdana atau IPO (initial public offering) pada 2018, dengan satu sumber yang menyebutkan valuasi senilai USD100 miliar terlihat “masuk akal”.

Sebelumnya, nilai konservatif IPO Xiaomi disebut sekitar $ 50 miliar. Namun dengan performa yang mengesankan, perusahaan mungkin menaikkan setidaknya USD5 miliar untuk mendorong lebih banyak pertumbuhan.

Menurut CEO Xiaomi Lei Jun, pihaknya telah mampu mengembalikan kondisi pertumbuhan di jalur cepat. Pencapaian tersebut terbilang mengesankan, mengingat tidak ada perusahaan smartphone lain yang mampu menghidupkan kembali pertumbuhan setelah terjadi perlambatan.

Dan hal itu nampaknya akan menjadi momentum. Dimana dalam dua bulan berturut-turut, Xiaomi mampu mengirimkan 10 juta perangkat ke seluruh dunia.

Kembalinya Xiaomi ke jalur cepat pada tahun ini, memang kontras dengan apa yang terjadi pada periode 2015 – 2016. Seperti diketahui, angka penjualan Xiaomi sepanjang 2015 tidak memenuhi harapan.

Saat itu, Xiaomi menargetkan bisa menjual 80 juta hingga 100 juta perangkat. Namun, perusahaan hanya bisa menjual 70 juta perangkat. Artinya sepanjang 2015, penjualan ponsel Xiaomi anjlok sebesar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pun demikian, hingga kuartal ketiga 2016, performa Xiaomi masih jauh dari harapan, karena penurunan penjualan ponsel pintar sebesar 45 persen di China.

Anjloknya penjualan membuat Xiaomi mengubah arah bisnis pada 2017. Selain tetap menjual produk dengan harga terjangkau namun dengan spesifikasi mumpuni, perusahaan juga lebih banyak menggarap pasar off line dengan membangun toko fisik. Perubahan strategi tersebut, nyatanya terbilang manjur. Performa Xiaomi kini kembali moncer.

Sebagai informasi, saat ini Xiaomi menempati urutan kelima brand smartphone di dunia. Di India, Xiaomi sudah merajai pasaran dan menempati urutan pertama. Sedangkan di Indonesia, menurut laporan IDC pada kuartal ketiga 2017, Xiaomi sudah berada di posisi lima, menggusur Lenovo Motorola.

Pencapaian tersebut membuat Xiaomi lebih bersemangat menggarap pasar Indonesia. Lei Jun bertekad akan menjadi nomor satu di Indonesia dengan menerapkan model bisnis serupa dengan negara asalnya.

“Kami akan menjalankan secara utuh seutuhnya model yang kami jalankan di Tiongkok secara bertahap di Indonesia. Xiaomi banyak sekali produk-produk keren yang pelan-pelan akan kami masukkan ke Indonesia”, ujar Lei Jun saat peluncuran Xiaomi RedMi 5A di di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu (20/12).

Latest