spot_img
BerandaNewsFinTech6 Trend Fintech 2018

6 Trend Fintech 2018

-

mobile banking
Jakarta, Selular.ID – Fintech is the next big thing di Indonesia pada 2018. Semua pelaku bisnis, baik di finansial atau lainnya, menyadari hal itu.

Hal itu disampaikan Fanny Verona selaku Managing Director Digital Artha Media (DAM), dalam acara media gathering bertemakan “Fintech Outlook 2018: Trends, Opportunities & Challenges”.

Dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 21 Desember tersebut, Fanny berbagi informasi terkait industri fintech di tahun 2018 mendatang.

“Populasi Indonesia mencapai 250 juta dengan usia produktif sekitar 120 juta. Tapi sampai tahun ini, nasabah bank cuma sekitar 60 juta. Itu artinya ada 60 juta orang lagi yang masih bertransaksi menggunakan uang tunai,” papar Fanny memulai

Jika Anda melihat struktur bank, lanjut Fanny, maka akan mengerti bahwa untuk membuka area baru, biayanya tidak sedikit.

“Nah dengan adanya fintech, akan menyelesaikan semuanya. Penetrasi smartphone lebih dari 100% di Indonesia. Sekarang masalahnya bagaimana mengenalkan fintech ke mereka,” ujar Fanny.

Kalau tahun 2017 sudah ada Jenius dari BTPN dan Digibank dari DBS, Fanny meyakini tahun depan akan lebih banyak lagi produk gebrakan di fintech.

Setidaknya ada 6 poin tren yang akan terjadi di tahun depan, berikut rangkumannya.

1. Sinergi kuat antara bank dan fintech

– Ada kecenderungan yang besar bagi perbankan untuk berkolaborasi dengan perusahaan fintech. Dengan kolaborasi ini, diharapkan perbankan juga mampu menjangkau lebih banyak nasabah unbanked yang sudah menggunakan layanan/produk fintech.

2. Pemanfataan Automated personalization

– Bank akan memanfaatkan kekuatan fintech untuk mempersonalisasi penawaran yang dapat dilihat pengguna di semua perangkat mereka.

– Bank dapat menghadirkan promo/offering yang disesuaikan dengan banking habit end-usernya. Banking habits/preferences dari setiap end-user.

3. Teknologi Voice User Interface (VUI)

– Teknologi Voice User Interface ini memungkinkan pengguna untuk mengendalikan fitur-fitur produk dalam perangkat hanya menggunakan suara. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan teknologi di Star Trek.

Baca juga :  Dana Connect Beri Sarana Diskusi Dorong Perajin Batik Go Digital

– VUI ini berkembang dengan cepat karena teknologi ini menawarkan cara perintah yang lebih cepat, mudah dan menyenangkan. Dengan teknologi ini, pengguna bisa melakukan transfer, mengecek saldo dan aktivitas finansial lainnya hanya dengan suara

4. Asia sebagai rumah bagi investasi fintech

Baca juga :  Dana Imbau Pengguna Verifikasi Data dengan Ditjen Dukcapil

– Laporan CB Insight selama hanya 1 kuarter di tahun 2017, secara keseluruhan, investasi VC di perusahaan FinTech mencapai $5 miliar. Dan di Tiongkok sendiri, raksasa finansial Tencent telah mendukung 19 startups, masing-masing bernilai setidaknya $1 miliar. Pemain lain dalam investasi VC fintech termasuk Baidu dan Alibaba.

– Dalam kuartal kedua tahun 2017, ada 251 mega deals bagi perusahaan fintech. Kuartal kedua 2017 juga menunjukkan 5 investasi lebih dari $50 juta yang dibuat ke perusahaan FinTech yang didukung VC di Asia.

5. Inovasi teknologi mobile yang terus berkembang

– Salah satu trend fintech sepanjang tahun ini adalah kemunculan transaksi mobile, terutama yang terkait dengan consumer purchase. Sehingga, perusahaan fintech mengintegrasikan teknologi ini ke dalam aplikasi sehingga mengoptimalkan penawaran melalui platform selular. Trend ini pun akan terus berlanjut di tahun 2018 nanti.

– Bahkan, prediksi mengenai mobile banking dan pembayarannya pada area pasar fintech akan mencapai $92 miliar pada tahun 2019. Inovator yang dapat mengembangkan ide untuk aplikasi teknologi keuangan di sektor ini berdiri untuk menghasilkan keuntungan besar.

6. Keamanan, Privasi, dan Kepercayaan Akan Terus Menjadi Tantangan

– Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang finansial, keamanan, kepercayaan dan privasi konsumen adalah isu utama yang kerap dihadapi.

– Selama tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya, perusahaan fintech yang menginginkan pangsa pasar yang baik, perlu bersikap proaktif dan memposisikan aspek keamanan dan proteksi konsumen sebagai senjata utama mereka dalam meraih pengguna.

spot_img

Artikel Terbaru