Friday, August 23, 2019
Home News Social Media Antisipasi Pelanggaran Konten, Kominfo Sidak Bigo Live

Antisipasi Pelanggaran Konten, Kominfo Sidak Bigo Live

-

IMG_20170907_081413
Jakarta, Selular.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengunjungi kantor perwakilan Bigo Live. Aplikasi siaran video live streaming itu telah digunakan oleh sekitar 10 juta pengguna di Indonesia untuk bebas berekspresi secara interaktif. Akan tetapi, kebebasan dalam berekspresi harus sejalan dengan praktik nilai sosial yang baik.

Nyatanya, masih ada yang secara sengaja mengabaikan norma dan melanggar peraturan. Sebagai upaya antisipasi, Bigo Live telah membentuk tim pemantau handal yang terdiri dari 300 orang staf di seluruh dunia dan 28 staf lokal di Indonesia sejak tahun 2016.

Tim pemantau itu diperkenalkan pada kegiatan kunjungan oleh perwakilan Kementerian Kominfo RI ke kantor perwakilan Bigo Live, untuk bertukar pemikiran dan gagasan tentang peraturan dan pemantauan Internet.

Kunjungan itu memiliki misi untuk mengetahui bagaimana Bigo Live mengidentifikasi dan menyaring kegiatan-kegiatan ilegal serta konten-konten yang tidak pantas, untuk memastikan segala sesuatunya sesuai dengan peraturan dan regulasi lokal yang berlaku.

Bigo Live mengadopsi teknologi pemantauan terdepan seperti ‘Image Recognition System’yang dapat mengidentifikasi pelanggaran berat, laporan kegiatan, peringatan dini dan seterusnya. Sistem tersebut merupakan teknologi inti yang diterapkan oleh Bigo untuk memastikan kemampuan pemantauan yang terbaik di industri ini.

Selain itu, teknologi pemantauan Bigo Live juga meliputi fitur machine learning, yang memungkinkannya untuk menyaring gambar secara otomatis. Sistem tersebut memotong klip live streaming menjadi beberapa potongan screenshot dan menyaringnya. Kemudian, screenshots yang dianggap sebagai pelanggaran “tingkat berat” dikirim ke anggota tim untuk diproses lebih lanjut, guna memastikan bahwa setiap pelanggaran ditindaklanjuti secara efisien dan akurat.

Selain teknologinya, Bigo Live juga menerapkan upaya-upaya lain untuk menyelaraskan kemampuan pemantauannya dengan kearifan lokal. Sebagai contoh, Bigo memperketat penyaringannya selama bulan Ramadhan, dengan membentuk tim pemantau khusus dan menambahkan lebih banyak staf sepanjang bulan suci bagi umat Islam tersebut.

“Kami berdedikasi untuk meningkatkan lingkungan online di platform kami agar dapat lebih menyesuaikan diri dengan budaya lokal. Selain itu, kami sangat menghormati budaya dan agama di Indonesia, sehingga kami mengumpulkan tim pemantau profesional sejak kami meluncurkan Bigo Live di Indonesia tahun lalu. Hal ini dilakukan baik melalui pemantauan otomatis maupun manual secara non-stop,” kata Jianqiang HU, Co-Founder Bigo Live.

“Kami pun terus memperkuat kerjasama dengan berbagai departemen di bidang sosial dan hukum, untuk menghentikan pelanggaran dan menjaga lingkungan yang sehat di Bigo Live.”

Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemkominfo RI berkomentar, “Kami telah melihat upaya dari Bigo Live dan ini merupakan contoh bagus untuk perbaikan industri live-broadcasting. Kami berharap live broadcasting di Indonesia dapat diatur dengan lebih baik dan dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.”

Di luar semua upaya yang telah dilakukan oleh Bigo Live, namun masih ada konten-konten tidak pantas yang mengaitkan dengan nama brand­-nya di platform media sosial lainnya. Berdasarkan analisis Bigo Live terhadap 100 video yang paling banyak dilihat yang mengaitkan namanya sebagai kata kunci, hanya 6% di antaranya berasal dari Bigo Live.

Jianqiang HU menjelaskan, “Sejak Juli 2016, secara total kami telah melaporkan 2.057 konten tidak pantas kepada platform media sosial lainnya dan sampai saat ini 83% di antaranya telah berhasil dihapus.”

Bigo Live mendorong para pengguna dan masyarakat umum untuk bekerjasama dalam menjaga lingkungan online yang sehat. “Ini adalah hal yang menyangkut kita semua dan sudah saatnya kita bersama-sama memerangi pelanggaran-pelanggaran konten di ranah online,” Jianqiang HU menyimpulkan.         

Latest