•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

GoogleJakarta, Selular.ID – Kementriaan Komunikasi dan Informatika melakukan pertemuan dengan Google yang diwakilkan oleh Ann Lavien Perwakilan Google Asia Pasific.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informartika menuturkan bahwa dalam pertemuan ini disepakati bagaimana Google meningkatkan service level dalam menangani konten negatif di paltform keluarga Google termasuk Youtube.

Dikatakan Rudiantara saat ini penanganan konten negatif seperti di YouTube
prosesnya masih mengirim email. Tapi mulai akhir Juli, Google dan Kemkominfo telah menerapkan sistem trusted flagger.

“Fitur ini masih dalam tahap ujicoba. Rudiantara mengatakan butuh waktu sekitar 2-3 bulan sebelum fitur ini efektif beroperasi,” ujar Rudiantara di Jakarta (04/08/17)

Rudiantara mengatakan sistem yang dimaksud adalah Kemkominfo diberikan otoritas sebagai Trusterd Flagger oleh Google untuk memberikan penilaian mengenai sebuah konten yang harus ditake-down atau diturunkan.

Dalam memberikan penilaian tersebut, Kemkominfo juga akan berkoordinasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Wahid Istitute, ICT Watch, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), dan sebagainya.

Siapa saja pengguna sebuah platform boleh melakukan pelaporan dengan mekanisme flagging. Oleh pihak Google, Kemkominfo dipercaya menjadi Trusted Flagger, sehingga setiap laporan yang kita sampaikan akan mendapatkan prioritas. Laporan kita akan langsung di-review tanpa harus mengikuti Queuing (antrian).

Rudiantara juga menegaskan meskipun Kemkominfo dipercaya menjadi Trusted Flagger, masyarakat yang ingin melaporkan pun tetap bisa, akan tetapi pihak Google akan melihat sampe sejauh mana dan berapa banyak pelaporsn mengenai konten atau video..

“Jadi masyarakat juga bisa melakukan Trusted Flagger, namun laoprannya akan melalui banyak tahap untuk dianggap benar dan efektif,” kata Rudiantara lagi

Sementara Ann Lavien Perwakilan Google Asia Pasific menuturkan bahwa sistem Trusterd Flagger beberapa negara di Eropa sudah mengunakan sistem Trusted Flagger, namun untuk kawasan Asia Pasific baru negara Indonesia yang memiliki Trusterd Flagger.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here