Telco

Ini Jawaban KPPU Atas Permohonan Indosat

KPPU, Syarkawi Rauf_0
Jakarta, Selular.ID – Permohonan Indosat Ooredoo agar adanya pembatasan tarif internet mendapat penolakan. Bukan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), melainkan dari Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf. Seperti diketahui, Senin lalu Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Alex Rusli mengirimkan surat permohonan yang ditujukan kepada Menteri Kominfo Rudiantara yang juga ditembuskan ke KPPU.

Surat itu berisi permintaan agar pemerintah turut andil dalam mengatur perang tarif operator khusus di komunikasi data. Menurutnya, Kominfo perlu membuat batas bawah tarif internet agar persaingan menjadi sehat.

Belum juga dijawab Kominfo, KPPU telah mengambil keputusan untuk menolak permohonan orang nomor wahid di Indosat Ooredoo tersebut. Berikut petikan lengkap jawaban resmi KPPU:

“Bagi kita di KPPU, Tarif bawah tidak sejalan prinsip persaingan yang sehat. Penetapan Tarif bawah dapat menghambat usaha Masing-masing operator untuk melakukan efisiensi, mengurangi biaya dan menurunkan Tarif.

Baca juga :  Telkomsel Tingkatkan Layanan di Hari Pelanggan Nasional

Terkait dengan surat dari direktur Indosat yang beredar di publik, juga ditembuskan kepada KPPU telah Kami baca, intinya adalah perlu nya penerapan Tarif bawah karena operator sekarang menjual komunikasi data di bawah harga yang Wajar atau dibawah ongkos produksi. Dengan demikian, untuk membuat persaingan harga Menjadi sehat antar operator diperlukan Tarif bawah.

Sikap KPPU jelas, menolak penetapan Tarif bawah. Hal ini setelah mengamati perbandingan Tarif komunikasi data antar operator yang saat ini sangat kompetitif dan menguntungkan konsumen.

Data yang Kami miliki menunjukkan bahwa perbandingan harga antar operator bervariasi mulai dari Rp20.000 per giga bite hingga Rp60.000 per giga bite. Ada juga operator yang menjual pada harga sekitar Rp40.000.

Baca juga :  Agar Kualitas Internet Maksimal, A4AI Sarankan Indonesia Perbaharui Broadband Plan

Penetapan harga jual oleh operator telekomunikasi untuk komunikasi data tidak berpengaruh terlalu besar terhadap permintaan konsumen atau pelanggan. Jika diamati, justru operator yang menjual paling mahal jumlah pelanggannya paling besar.

Perbandingan jumlah pelanggan antar operator memang sangat timpang, dimana ada operator yang pelanggannya mencapai 150 juta pelanggan sementara lainnya kurang dari 85 juta pelanggan. Artinya ada satu operator yang menguasai hampir separuh pangsa pasar industri telekomunikasi nasional.

Selain itu, terkait dengan adanya dugaan jual rugi yang mengarah pada predatory pricing akan kita selediki. Motif dari penetapan harga jual sangat rendah untuk membangkrutkan pesaing. Setelah pesaing nya mati maka perusahaan tersebut menguasai pasar sebagai monopolis. Tindakan predatory pricing merupakan pelanggaran hukum persaingan Usaha.

Hormat Kami,
Syarkawi Rauf/ ketua KPPU RI

About the author

Khoirunnisa

Leave a Comment