Wednesday, September 18, 2019
Home Apps Aplikasi Chatting Asal Jerman Bernama “SayaApp” Bidik Remaja Indonesia

Aplikasi Chatting Asal Jerman Bernama “SayaApp” Bidik Remaja Indonesia

-

aplikasi_saya_App_2Jakarta, Selular.ID – Sebuah aplikasi chatting asa Jerman bernama “Saya App”, serius fokus menggarap pasar media sosial (medsos) di tanah air. Saya App mengandalkan sejumlah fitur pembeda dengan aplikasi chat populer.

Di Indonesia nama-nama populer seperti Whatsapp, Line dan BBM masih menjadi yang paling banyak diminati. Hal ini tidak menyurutkan Find Local GmbH perusahaan teknologi asal Jerman untuk mengenalkan “Saya App” di Indonesia. Sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk berinteraksi secara anonim.

CEO Find Local GmbH, Manuel Schulze, menjelaskan, Saya App secara khusus mengincar pasar Indonesia. Keseriusan ini dibuktikan dengan turut dibukanya kantor cabang di Indonesia untuk membantu Saya App berkembang.

Saya App pertama kali diperkenalkan sejak tahun 2016. Berawal dari ide Manuel dan ayahnya, Saya App dirancang untuk memudahkan setiap orang berinteraksi dengan orang di sekitarnya tanpa harus memiliki nomor telepon masing-masing.

“Untuk membedakan dengan aplikasi chatting populer yang sudah ada Saya App dilengkapi dengan berbagai macam fitur tambahan. Di antaranya ada Community, sebuah chatroom semacam Kaskus yang bisa digunakan untuk mengomentari dan membahas topik apa pun baik secara publik maupun pribadi,” kata Manuel Schulze.

Fitur selanjutnya adalah Marketplace dan Food and Drinks. Dengan fitur Marketplace pengguna bisa mengiklankan barang untuk dijual dan memudahkan pengguna melihat benda atau barang apa saja yang dijual di sekitar mereka.

Sementara untuk fitur Food and Drinks merupakan fitur yang hasil kerja sama dengan Zomato untuk menampilkan cafe atau tempat makan terdekat.

Community adalah fitur paling dominan bagi para pengguna Saya, di mana setiap harinya 6700+ topik yang dibuat oleh pengguna memancing 70.000 komentar. Topik yang dibahas sangat bervariasi dari politik, makanan, kemacetan sampai dengan update status.

“Konsentrasi umur pengguna Saya App berada di rentang 17-22 tahun dan rata-rata merupakan pelajar, mahasiswa dan fresh-graduate,” kata Manuel.

Selain beberapa fitur tambahan yang belum ada di aplikasi pesan instan populer di Indonesia, Saya App juga mengandalkan anonimitas sebagai pembeda. Sehingga semua posting-an bisa dilakukan secara anonym.

Meski demikian Saya App juga memiliki fitur untuk menambahkan pengguna yang ingin ditambahkan dalam daftar kontak. Termasuk mengatur radius sensor mulai dari 500 meter hingga 50 kilometer.(nthAplikasi Chatting Asal Jerman Bernama “SayaApp” Bidik Remaja Indonesia

Sebuah aplikasi chatting asa Jerman bernama “Saya App”, serius fokus menggarap pasar media sosial (medsos) di tanah air. Saya App mengandalkan sejumlah fitur pembeda dengan aplikasi chat populer.

Di Indonesia nama-nama populer seperti Whatsapp, Line dan BBM masih menjadi yang paling banyak diminati. Hal ini tidak menyurutkan Find Local GmbH perusahaan teknologi asal Jerman untuk mengenalkan “Saya App” di Indonesia. Sebuah aplikasi yang bisa digunakan untuk berinteraksi secara anonim.

CEO Find Local GmbH, Manuel Schulze, menjelaskan, Saya App secara khusus mengincar pasar Indonesia. Keseriusan ini dibuktikan dengan turut dibukanya kantor cabang di Indonesia untuk membantu Saya App berkembang.

Saya App pertama kali diperkenalkan sejak tahun 2016. Berawal dari ide Manuel dan ayahnya, Saya App dirancang untuk memudahkan setiap orang berinteraksi dengan orang di sekitarnya tanpa harus memiliki nomor telepon masing-masing.

“Untuk membedakan dengan aplikasi chatting populer yang sudah ada Saya App dilengkapi dengan berbagai macam fitur tambahan. Di antaranya ada Community, sebuah chatroom semacam Kaskus yang bisa digunakan untuk mengomentari dan membahas topik apa pun baik secara publik maupun pribadi,” kata Manuel Schulze.

Fitur selanjutnya adalah Marketplace dan Food and Drinks. Dengan fitur Marketplace pengguna bisa mengiklankan barang untuk dijual dan memudahkan pengguna melihat benda atau barang apa saja yang dijual di sekitar mereka.

Sementara untuk fitur Food and Drinks merupakan fitur yang hasil kerja sama dengan Zomato untuk menampilkan cafe atau tempat makan terdekat.

Community adalah fitur paling dominan bagi para pengguna Saya, di mana setiap harinya 6700+ topik yang dibuat oleh pengguna memancing 70.000 komentar. Topik yang dibahas sangat bervariasi dari politik, makanan, kemacetan sampai dengan update status.

“Konsentrasi umur pengguna Saya App berada di rentang 17-22 tahun dan rata-rata merupakan pelajar, mahasiswa dan fresh-graduate,” kata Manuel.

Selain beberapa fitur tambahan yang belum ada di aplikasi pesan instan populer di Indonesia, Saya App juga mengandalkan anonimitas sebagai pembeda. Sehingga semua posting-an bisa dilakukan secara anonym.

Meski demikian Saya App juga memiliki fitur untuk menambahkan pengguna yang ingin ditambahkan dalam daftar kontak. Termasuk mengatur radius sensor mulai dari 500 meter hingga 50 kilometer.(nth)

Latest