OJK Ingin E-commerce Mulai Lirik Pasar Modal Syariah

Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce
Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce
Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce

Jakarta, Selular.ID – Awal tahun 2017, Otoritas jasa Keuangan (OJK) sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung perkembangan keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memperbanyak produk pasar modal syariah.

Andri Wicaksono, Kepala Subbagian Hubungan Kelembagaan OJK, mengatakan pada dasarnya OJK telah memfasilitasi dan mencoba membuat ketentuan maupun program yang dapat mendorong pasar modal syariah. Ketentuan tersebut telah dituangkan dalam Roadmap Pasar Modal Syariah 2015 sampai 2019 yang berisi lima arah pengembangan pasar.

Lima arah tersebut adalah penguatan pengaturan atas produk, lembaga, dan profesi terkait pasar modal syariah. Arah pengembangan yang pertama ini akan memperkuat kerangka hukum dalam peneritan dan transaksi efek syariah, serta memperkuat pelaku pasar, lembaga, dan profesi yang terkait dengan pasar modal syariah.

Arah pengembangan yang kedua yakni terkait dengan peningkatan supply dan demand produk pasar modal syariah. Arah pengembangan ini diimplementasikan melalui kajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Peningkatan supply dan demand juga dapat mendorong penerbitan efek syariah, memperluas basis investor, dan pengembangan infrastruktur penunjang pasar modal syariah.

Sedangkan, arah pengembangan yang ketiga yakni upaya pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi di pasar modal. Pengembangan ini akan mengimplementasikan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta infrastruktu teknologi informasi.

Sementara, pengembangan yang keempat yakni mendorong promosi dan edukasi pasar modal syariah kepada masyarakat dan juga melibatkan lembaga-lembaga terkait. Lalu, arah pengembangan pasar modal syariah yang kelima adalah koordinasi dengan pemerintah dan regulator untuk menciptakan sinergi kebijakan.

“Pendalaman pasar tetap menjadi fokus kita di 2017, dan kita sudah membuat banyak program di 2016 ini sehingga diharapkan bisa membuat pasar modal syariah bisa berkembang lebih cepat,” kata Andri, saat pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Pasar modal syariah sangat menjanjikan bagi para pelaku bisnis, tak terkecuali pelaku e-commerce. Situs marketplace Bukalapak menghadirkan produk reksadana syariah dalam fitur BukaReksa Syariah. Ke depannya, Andri berharap program reksadana ini diikuti oleh banyak perusahaan e-commerce lainnya.

“Mungkin orang-orang belum kenal yang namanya produk investasi, kalau bukan lewat situs jual beli. Sebenarnya saya berharap yang lainnya (perusahaan e-commerce, ed) juga bisa, itu bisa jadi channel-channel sehingga orang bisa bukan hanya untuk belanja tapi juga ada inovasi yang dilakukan oleh teman-teman manajemen investasi lainnya,” tuturnya.

OJK sendiri, menurut Andri, telah mempermudah proses pengurusan izin, salah satunya pembukaan rekening investasi. Sebelum ini, proses pembukaan account bisa memakan waktu lama namun sekarang bisa mengajukan melalui online.

“OJK tidak kaku terhadap kemajuan teknologi. Bahkan kita dorong bila ada inovasi, ayo kita coba, sepanjang itu memenuhi perlindungan konsumen,” katanya.