BerandaNewsDelay Video Streaming Picu Stres Lebih Tinggi Dibandingkan Kemacetan

Delay Video Streaming Picu Stres Lebih Tinggi Dibandingkan Kemacetan

-

Ericsson - Photo 2 - Neuroscience DemoJakarta, Selular.ID – Menunggu video untuk  loading di smartphone bisa mengakibatkan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan berkendara di kemacetan kota Jakarta. Ini adalah salah satu temuan dari Neuroscience Report yang baru dipublikasikan oleh Ericsson ConsumerLab.

Studi yang dilakukan oleh Ericsson ConsumerLab ini melibatkan 170 pengguna smartphone di Jakarta dengan rentang usia 18-50 tahun dan menganalisa hubungan antara waktu yang dibutuhkan untuk mengakses konten (time-to-content) pada telepon genggam terhadap tingkat stres para pengguna,selain keterkaitan emosional pengguna dengan merek operator selulernya.

Studi ini menemukan bahwa generasi milenial berumur 18-35 tahun, yang mewakili generasi muda pengguna telepon seluler dan data, adalah kelompok yang paling sensitif. Terutama dengan generasi milenial yang berusia lebih muda, yaitu antara 18-24 tahun. Hanya 2 detik delay pada loading video di Youtube dapat menyebabkan kenaikan sebanyak 16% pada tingkat stres kognitif, sedangkan rentang usia 25-34 tahun kehilangan minat sepenuhnya apabila sebuah video delay berlangsung lebih dari 4 detik.

Hasil dari sebuah studi komparatif menunjukkan bahwa menunggu sebuah video untuk diputar menyebabkan stres sebanding dengan kejadian tidak menyenangkan, seperti menonton film horror dan bertengkar dengan pasangan.

 

Afrizal Abdul Rahim, Head of Ericsson ConsumerLab South East Asia & Oceania mengatakan, “Masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan tinggi terhadap konten digital, dengan Youtube berada pada ranking pertama di antara aplikasi smartphone berdasarkan pengguna aktif bulanan. Namun, masalah video streaming sering kali terjadi. Sebanyak 30% dari pengguna menghadapi masalah ini sehari-hari.”

Di samping mengukur level stres dikarenakan delay pada loading video, studi ini juga membahas stres yang disebabkan oleh delay saat mengunggah sesuatu pada media sosial. Studi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia merasakan ‘selfie stress’ apabila mereka mengalami delay saat mengunggah gambar di jaringan media sosial.

Sama halnya dengan loading video, titik puncak stres diantara pengguna Indonesia saat mengunggah gambar di media sosial lewat smartphone adalah 4 detik, dimana 47% dari pengguna akhirnyakehilangan motivasi atau mengurungkan niat mempublikasi photo seperti selfie.

Stres yang dialami oleh pengguna karena delay dalam loading memiliki efek langsung pada seluruh ekosistem mobile. Studi ini mengungkapkan bahwa kepuasan pengguna turun secara signifikan ketika mereka mengalami delay selama 2 detik dibandingkan jika mereka menikmati sebuah video tanpa gangguan.

Baik produsen handset maupun penyedia konten melihat brand engagement mereka menurun jika waktu delay tinggi, menunjukkan bahwa pengguna menyalahkan semua pemain ekosistem saat layanan memburuk. Net Promoter Score juga menunjukkan hal yang serupa; skor rata-rata turun sebanyak 14 poin apabila pengguna mengalami delay lebih dari 2 detik.

Ronni Nurmal, Head of Network Products, Ericsson Indonesia and Timor Leste mengatakan, “Penurunan loyalitas yang berhubungan dengan delay web atau video tidak hanya memengaruhi operator seluler, tetapi seluruh ekosistem.”

 

Artikel Terbaru