spot_img
BerandaNewsTren Teknologi, Data Menjelma Menjadi Mata Uang Baru

Tren Teknologi, Data Menjelma Menjadi Mata Uang Baru

-

john martin netapp

Jakarta, Selular.ID – Arus internet yang terus mengalami peningkatan menimbulkan ledakan data, yang tak ayal telah mengubah cara perusahaan dalam menjalankan bisnis mereka. Data yang semula hanya disimpan kini menjadi sebuah mata uang baru yang berpotensi mengubah setiap aspek perusahaan, dari model bisnis, ke teknologi, dan ekspektasi pengguna. Hal ini dapat dilihat lewat munculnya berbagai perusahaan seperti Gojek, Uber, dan Airbnb yang dibangun atas kendali terhadap berbagai sumber data.

John Martin, Director of Strategy and Technology, Office of the CTO, APAC NetApp, menjelaskan bahwa banyak perusahaan kini menggunakan data untuk melihat tren ke depan. Ini membuat pemasaran menjadi lebih efektif dan lebih tepat sasaran. Data juga menjadi sebuah faktor penting untuk mengambil keputusan untuk bisa menentukan kepada siapa perusahaan harus menargetkan pemasaran dan produk layanan jasa atau barang apa sajakah yang harus dikembangkan oleh perusahaan.

John mencontohkan misalnya pada bisnis ritel modern. Supermarket mengolah data para pengunjung untuk mengetahui banyak hal, seperti mana produk yang laris, jam ramai berkunjung, hingga lorong yang selalu dikunjungi. “Data telah menjadi uang yang baru. Cara perusahaan itu membagikan dan mengkombinasikan data set akan membantu mereka melakukan bisnis. Misalnya peritel, dengan menggunakan analytics software, mereka bisa menyajikan produk yang tepat kepada konsumen,” tuturnya.

Data akan berperan sebagai pendorong kunci dalam memberikan layanan elektronik real time berbasis pengetahuan bagi konsumen. Saya setuju dengan pendapatnya soal ini, terutama ketika banyak perusahaan di Indonesia kini menggunakan data untuk memanfaatkan analisa pelanggan. Pada praktiknya, aplikasi konsep ini dalam industri bervariasi sesuai dengan industrinya.

Baca juga :  Karena Beralih Ke Tensor, Pixel 6 Dapat Nyinyiran dari Qualcomm

Di Indonesia, industri yang paling berkembang memanfaatkan big data antara lain industri ritel online (e-commerce), perbankan, dan telekomunikasi. Industri-industri ini mulai mengeksplorasi nilai dari data tambahan dan mengaplikasikannya untuk memberi keuntungan bagi konsumen.

Baca juga :  Karena Beralih Ke Tensor, Pixel 6 Dapat Nyinyiran dari Qualcomm

Sektor perbankan misalnya tidak hanya menganalisa data transaksi tetapi juga mikro data seperti lokasi dan channel perbankan yang digunakan untuk melakukan transaksi, apakah transaksi tersebut dilakukan melalui internet banking atau ATM, termasuk analisa data alamat IP, dan lain-lain. Analisa dari data mikro tersebut dapat digunakan untuk membuat berbagai kebijakan perusahaan, seperti keputusan untuk menambah jumlah mesin ATM di beberapa tempat, atau untuk menjalin kerjasama baru dengan vendor atau merchant.

spot_img

Artikel Terbaru