SHARE

vivoJakarta, Selular.ID – Sistem open market yang dibarengi dengan jumlah penduduk yang sangat besar membuat persaingan antar vendor ponsel di Indonesia terbilang sangat ketat. Saat ini Samsung masih merajai pasar, namun agresifitas brand-brand asal China yang terus  mengekpansi pasar, membuat landscape industri berubah dengan cepat.

Penguasaan market share vendor-vendor asal Tiongkok memang meningkat signifikan. Meski Samsung masih menjadi penguasa pasar Indonesia, lembaga riset terkemuka, IDC mengungkapkan, pangsa pasar smartphone asal China semakin meluas, mencapai 23% pada Q1-2016. Angka ini meningkat 2% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 12% pada tahun lalu.

Untuk pertama kali pada Q1-2016, produk asal China dan Taiwan lebih besar dibandingkan smartphone buatan lokal. Tiga pemain yakni Asus, Oppo dan Lenovo, sudah menjadi top of mind. Dua brand China belakangan juga semakin agresif, yakni Vivo dan Huawei, Semua mengincar posisi yang lebih baik pada 2017.

Seperti halnya Huawei yang tak pernah berhenti memborbardir pasar dengan pilihan produk yang beragam, Vivo juga rajin meluncurkan deretan smartphone dengan harga terjangkau namun dengan spesifikasi mumpuni. Terakhir, Vivo menggebrak pasar dengan Vivo menghadirkan seri V5 yang memanfaatkan tren selfie. V5 diklaim Vivo sebagai smartphone dengan kamera depan terbaik, yang beredar saat ini di pasaran, yakni dengan 20MP.

Nah, dengan dukungan produk terbaik, membuat Vivo yakin dapat diterima masyarakat Indonesia. Itu sebabnya, meski belum lama hadir di sini, Vivo berani sesumbar akan mampu menyodok posisi tiga besar pada penghujung 2017 nanti.

Product Manager Vivo Indonesia, Kenny Chandra, menjelaskan bahwa saat ini Vivo sudah berada di lima besar sehingga tahun depan pihaknya menyasar untuk lebih agresif lagi.

“Saat ini kita (Vivo) sudah di lima besar. Kita kerja sama dengan lembaga survei tapi tidak bisa sebut nama. Akhir tahun depan kita sasar bisa masuk tiga besar di pangsa ponsel Indonesia,” ucap Kenny usai peluncuran Vivo V5 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jakarta (23/11/ 2016).

Vivo sendiri berdiri sejak 2009, yang pada tahun 2011 menyebar di lebih dari 100 negara di dunia. Sementara untuk masuk ke Indonesia, Vivo baru mengekspansinya pada 2014.

Pernyataan Kenny yang menyebutkan bahwa Vivo sudah masuk di lima besar agak sedikit sumir. Pasalnya, IDC melaporkan untuk Q2-2016, Samsung berhasil meraih pangsa pasar 26% dan bercokol di posisi teratas. Kejutan ditujukan oleh Oppo yang berhasil mendepak Asus di posisi kedua, dengan selisih pangsa pasar tergolong cukup besar. Oppo berhasil meraih 19%, sementara Asus berada di posisi ketiga (9%). Disusul  Advan (8%) dan Lenovo (6%).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here