Selasa, 28 Mei 2024
Selular.ID -

Sebagian Besar Telko di Asia Bakal Alami Tekanan Pada 2017

BACA JUGA

bts mendungJakarta, Selular.ID – Persaingan yang kian ketat dan kebutuhan akan capex yang meningkat akan membuat tekanan pada sebagian besar perusahaan telko di Asia. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Fitch ratings, outlook yang negative dijumpai di sector telekomunikasi di beberapa negara seperti India, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Sedangkan untuk negara-negara seperti Korea, Indonesia dan Sri Lanka cenderung stabil.

Laporan tersebut menyebitkan persaingan bakal meningkat di India, Singapura dan Malaysia dengan berdatangannya pendatang baru yang menawarkan tariff lebih murah. Persaingan paling ketat bakal terjadi di india mengingat sang pendatang baru, Relian jo yang memiliki capital besar menawarkan gratis layanan voice dan teks dan tariff data yang lebih murah dari operator petahana. Tariff blended sendiri di Inda diprediksikan bakal turun 5 – 6%. Sementara di Malaysia, pemain fixed lne terbesar seperti Telekom Malaysia mulai merambah pasar wireless.  Sedangkan Singapura akhirnya akan segera melelang spektrum untuk memungkinkan masuknya operator selular keempat.

Meningkatnya persaingan akan menambah tekanan pada pendapatan, Fitch memempediksi revenue bakal tumbuh hanya 0-5% di sebagian besar pasar telco Asia pada tahun 2017. Penggunaan data akan terus meningkat kuat, tetapi sayangnya tidak berdampak banyak pada pertumbuhan pendapatan. Tren tarif data yang terus turun dan substitusi data untuk suara dan teks akan terus terjadi di sebagian besar pasar. China adalah satu-satunya pasar dimana penggunaan data diperkirakan sangat tinggi yang diiringi pertumbuhan pendapatan rata-rata per pengguna mobile (ARPU).

Pertumbuhan pendapatan yang lemah akan berpengaruh pada keuntungan sebagian besar telco di Asia. EBITDA margin yang cenderung menyusut paling besar terjadi di Filipina dan India, di mana perusahaan telekomunikasi disana masih memperoleh sebagian besar pendapatannya dari layanan suara dan teks. profitabilitas Cina dan Korea telcos ‘akan tetap stabil, akibat persaingan yang tidak terlalu ketat dan biaya subsidi handset yang lebih rendah. Perusahaan telekomunikasi China akan mendapatkan keuntungan lebih dari biaya sewa tower yang lebih rendah.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahaw meningkat kebutuhan capex juga akan membuat banyak perusahaan telekomunikasi di Asia akan memiliki arus kas yang minim bahkan cenderung negative pada tahun depan. Thailand, Filipina dan perusahaan telekomunikasi India cenderung memiliki rasio belanja modal / pendapatan tertinggi, sekitar 28% -30%, karena mereka memperkuat jaringan 4G dalam mengantisipasi pertumbuhan konsumsi data dan pentingnya meningkatkan kualitas jaringan. Sebaliknya, capex perusahaan telekomunikasi China turun 10% mengingat pengembangan 4G mereka telah mencapai puncaknya.

Konsolidasi industri juga diharapkan terjadi di India, Indonesia dan Sri Lanka, dimana operator telekomunikasi yang lemah akan meninggalkan pasar atau melakukan M & A (merger & akuisisi) untuk memperkuat posisi kompetitif mereka. Pasar Sri Lanka terlihat sangat ramai dan matang untuk konsolidasi.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU