Sunday, July 5, 2020
Home News Community Ridwan Kamil: Digitalisasi Bisa Kurangi Korupsi

Ridwan Kamil: Digitalisasi Bisa Kurangi Korupsi

-

Ridwan kamil
Jakarta, Selular.ID – Pemerintah Kota Bandung tengah bertransformasi dari manual ke digital. Seluruh urusan birokrasi warga Bandung akan dibuat digital, sehingga pengawasan dari hulu ke hilir, bisa lebih transparan. Dengan begitu kemudian mengurangi praktik korupsi di pejabat pemerintah kota.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Lintas Teknologi Solution Day 2016 di Jakarta.

“Selama tiga tahun terakhir kami tengah bertransformasi dari manual ke digital. Selain Bandung, smart city juga diusung Surabaya, Makassar, Jakarta, Banda Aceh, Namun di Indonesia masih ada 500 kota kabupaten lainnya yang masih manual. Di situ potensi korupsi,” papar Ridwan (3/11/2016).

Meski sudah memiliki 400 software aplikasi khusus penanganan birokrasi, Ridwan mengaku Bandung masih memiliki banyak persoalan yang harus diatasi. Di acara Solution Day, Ridwan berharap para perusahaan teknologi yang turut berpartisipasi, bisa memberi solusi kepada kota-kota di Indonesia, bukan hanya Bandung.

“Beri kami solusi, kami akan cicil biaya tersebut dengan APBD selama lima tahun,” pinta Ridwan.

Memang, selain wali kota Bandung, turut hadir di acara Lintas Teknologi Solution Day 2016, perusahaan-perusahaan teknologi ternama.

Acara yang membawa tema “Memanfaatkan Kemajuan Infrastruktur ICT di Era Digital Economy” dikemas dengan menggabungkan seminar dan eksebisi dari para pebisnis infrastruktur ICT seperti Nokia, Juniper Networks, Infoblox, FireEye, F5, Fortinet, EXFO, Oracle, Sonus & Comarch.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu membagi pengalamannya membangun Bandung go digital melalui smart city.

“Bagi kami ada tiga manfaat dari adanya teknologi digital. Pertama menjadi kontrol diri sendiri misalnya melalui e-budgeting, kedua menjadi alat observasi sebagai pendukung ketika akan mengambil keputusan, serta ketiga menjamin koneksi antara pemerintah dengan warganya sehingga demokrasi partisipatif melalui komunikasi digital dapat berlangsung,” katanya.

Sementara, untuk mengatasi banyaknya persoalan di Kota Bandung, ia mendorong untuk dapat didigitalkan.”Saat ini ada 400 software aplikasi dan akan terus bertambah seiring problem kehidupan yang ada di wilayah Bandung,” tambahnya.

Untuk mengubah sumber daya manusia agar mau memanfaatkan teknologi digital, harus dimulai dari pimpinan terlebih dulu dan memaksa birokrasi untuk mau menggunakan teknologi digital.

“Teknologi memungkinkan database diakses dengan cepat dan mudah, dan dapat menghilangkan korupsi,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Muhamad Paisol, CEO PT Lintas Teknologi Indonesia saat membuka acara mengatakan bahwa perkembangan ICT demikian pesat, kita harus siap menghadapi tantangan tersebut. Paisol berharap stakeholder industri lokal optimistik dalam menghadapi tantangan masa depan yang jelas makin kompleks.

“Dengan kemajuan sistem digital maka akan muncul masalah-masalah baru yang harus diantisipasi,” tambah Paisol.

Selain seminar, acara ini juga menampilkan sejumlah eksebisi dari vendor kelas dunia. Di dalam eksebisi tersebut ditampilkan berbagai hal seperti optimalisasi jaringan dan keamanan jaringan untuk memastikan infrastruktur ICT yang ditawarkan mampu menghadapi serangan dalam berbagai bentuk dan dari berbagai tempat. Eksebisi ini juga dilengkapi dengan pemaparan produk dari para vendor kepada peserta Lintas Teknologi Solutions Day 2016.

TERBARU

Janjikan Tombol Edit, Twitter Minta Pengguna Pakai Masker

Jakarta, Selular.ID - Belakangan ini, beberapa negara justru mengalami lonjakan kasus pandemi Covid-19, seperti...

Sama-sama Sejutaan, Bagaimana Perbandingan Realme C11 dan Vivo Y11

Jakarta, Selular.ID - Kompetisi di pasar smartphone tidak hanya di segmen premium saja yang...

Xiaomi Indonesia Buka Layanan Servis Ponsel 1 Jam

Jakarta, Selular.ID - Xiaomi memperkenalkan layanan purnajual berupa perbaikan ponsel pintar yang rampung dalam...

Latest