Beranda News Norton : Perilaku Orang Indonesia Saat Online Sangat Mengkhawatirkan

Norton : Perilaku Orang Indonesia Saat Online Sangat Mengkhawatirkan

-

IMG_20161117_135113_1Jakarta, Selular.ID  – Norton merilis temuan-temuan report tahunan dari Norton Cyber Security Insights yang menyoroti fakta di balik kejahatan online dan dampaknya bagi para konsumen.

Survei online terhadap 1005 responden  menyimpulkan, kejahatan cyber paling umum yang dialami konsumen adalah peretasan password akun 39℅, diikuti oleh peretasan akun email 28% dan peretasan media sosial 26%. Meskipun kejahatan cyber kian merajalela, namun prilaku konsumen terhadap perangkatnya cukup mengkhawatirkan.

Dikatakan Chee Choon Hong, Director, Asia Consumer Business, Norton by Symantec diantara konsumen yang memiliki perangkat, satu perangkat yang tidak terlindungi, dan hampir 30% mengatakan mereka tidak membutuhkan perlindungan karena mereka tidak melakukan suatu aktivitas online yang berisiko.

Tidak itu saja hampir setengah konsumen (46%) mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir, semakin sulit untuk merasa aman saat online.

Enam dari 10 konsumen (62%) mengatakan bahwa mereka percaya memasukkan informasi keuangan secara online saat terhubung dengan Wi-Fi publik lebih berisiko, dibandingkan dengan menyebut nomor kartu kredit/debit mereka dengan keras di tempat umum (38%). 65% konsumen percaya bahwa lebih berisiko untuk memesan barang dari situs tidak dikenal/tidak dapat dipercaya, dibandingkan dengan meninggalkan paket di luar rumah sepanjang hari saat mereka tidak sedang berada di rumah (35%).

“Yang menarik adalah 76% konsumen mengetahui bahwa mereka harus  melindungi informasi online mereka, namun mereka masih berbagi password. Sebanyak 22% konsumen memiliki satu perangkat tidak terlindungi yang menyebabkan perangkat menjadi rentan terhadap ransomware, situs-situs berbahaya, serangan zero days dan phishing,” ujar Chee Choon Hong di Jakarta (17/11/16)

Dari  laporan itu pun dituturkan Chee Choon Hong, menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari kebutuhan untuk melindungi informasi pribadi mereka saat online, namun mereka tidak termotivasi untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar tetap aman.

“Sementara konsumen terus berpuas diri, para hacker sedang mengasah kemampuan mereka dan terus menyesuaikan penipuan mereka agar dapat mengambil keuntungan lebih banyak dari para konsumen. Sebaiknya untuk tetap melindungi data Anda, misalnya password supaya tidak dimanfaatkan para hacker dan selalu menggunakan anti virus,” tutur Chee Choon Hong

Artikel Terbaru