Friday, October 18, 2019
Home News Security 6 Ancaman Keamanan Siber di 2017 yang Perlu Diketahui

6 Ancaman Keamanan Siber di 2017 yang Perlu Diketahui

-

cyber securityJakarta, Selular.ID – Fortinet  memberikan gambaran tentang prediksi titik kritis keamanan siber di tahun 2017. Sebagai  penyedia solusi keamanan siber global, Fortinet melihat ada enam ancaman keamanan siber tahun depan.

Hal itu diungkapkan Derek Manky, global security strategist Fortinet. Dikatakan dia bahwa Internet of Things (IOT) dan komputasi awan (cloud) akan semakin berperan besar seiring dengan beberapa tren teknologi lainnya yang memicu ancaman keamanan siber.

Enam ancaman keamanan siber 2017, yaitu:

1. Serangan Siber Menjadi Lebih Cerdas
Ancaman siber yang akan mengancam di tahun depan diperkirakan bakal semakin pintar dan semakin mampu beroperasi secara mandiri.

Untuk tahun mendatang, diperkirakan akan melihat malware yang dirancang memiliki kemampuan seperti manusia dengan kemampuan pembelajaran yang adaptif guna meningkatkan dampak dan efektivitas serangan.

2. Peran dan Tanggung Jawab Produsen IoT.
Jika kalangan produsen IOT gagal untuk mengamankan perangkat mereka, maka dampak pada ekonomi digital bisa sangat menghancurkan jika konsumen mulai ragu-ragu untuk membeli produk mereka akibat ketakutan akan keamanan siber.

Vendor dan kelompok kepentingan lainnya, lebih banyak meminta tindakan untuk penciptaan dan penegakan standar keamanan sehingga produsen perangkat IoT bertanggung jawab atas perilaku perangkat mereka.

3. Mata Rantai Terlemah di Platform Cloud.
Mata rantai terlemah dalam keamanan komputasi awan (cloud) tidak ditemukan dalam arsitekturnya. Hal itu, terletak di jutaan perangkat remote yang mengakses sumber daya Cloud.

Untuk melihat serangan yang dirancang untuk mengeksploitasi perangkat endpoint, sehingga serangan sisi klien yang dapat secara efektif menargetkan dan membobol penyedia cloud.

4. Potensi Konflik Smart City.
Dengan pertumbuhan otomatisasi bangunan dan sistem manajemen yang terus menerus selama setahun ke depan, mereka akan ditargetkan oleh para hacker.

Potensi gangguan sipil besar-besaran jika salah satu sistem yang terintegrasi dikompromikan dianggap cukup berat, dan cenderung menjadi sasaran bernilai tinggi untuk penjahat siber.

5. Ransomware Hanya Awal dari Malware
Pihak Fortinet memperkirakan akan melihat serangan yang sangat terfokus terhadap target berprofil tinggi, seperti selebriti, tokoh politik, dan organisasi besar.

Serangan otomatis akan memperkenalkan skala ekonomi untuk ransomware yang akan memungkinkan hacker untuk memeras uang dalam jumlah kecil dari jumlah korban yang besar secara bersamaan sehingga lebih efektif biaya, terutama dengan menargetkan perangkat IOT.

6. Kesenjangan Kemampuan Tenaga Profesional.
Kurangannya profesional yang terampil dalam keamanan siber berarti bahwa banyak organisasi atau negara yang ingin berpartisipasi dalam ekonomi digital global akan menghadapi risiko besar.

Mereka jelas tidak memiliki pengalaman atau pelatihan yang diperlukan untuk mengembangkan kebijakan keamanan, melindungi aset penting yang sekarang bergerak bebas antara lingkungan jaringan, atau mengidentifikasi dan menanggapi serangan yang lebih canggih saat ini.

Latest