Friday, April 26, 2019
Home News Frekuensi Dapat Dialihkan, Menkominfo Berpotensi Jadi Calo

Frekuensi Dapat Dialihkan, Menkominfo Berpotensi Jadi Calo

-

btsJakarta, Selular.ID – Dari kabar yang beredar Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2000 sudah siap ditandatangani oleh presiden Joko Widodo. Dalam draft revisi tersebut di pasal 25 disebutkan pengalihan penggunaan alokasi spektrum frekuensi radio dapat dialihkan meski harus mendapat persetujuan menteri.

Banyak pihak berpendapat bahwa dengan ketentuan baru tersebut siapapun yang akan menjabat sebagai Menkominfo memiliki peluang untuk menjadi “calo” frekuensi.

Danny Buldansyah, Wakil Direktur Hutchinson Tri Indonesia dalam perbincangannya dengan Selular.ID mengakui bahwa hal tersebut bakal memiliki potensi dampak yang negatif bila revisinya memang seperti itu.

“Pengalihan frekuensi memang akan jadi lebih fleksibel bila revisinya seperti itu dan ada potensi yang negatif yaitu jual-beli spektrum,” ujar Danny.

Meski demikian Danny meyakini Menkominfo Rudiantara tidak ada niatan untuk kesana (jual-beli frekuensi). “Tapi masalahnya kan pak Rudiantara ga selamanya jadi Menkominfo,” tegasnya.

Jika mengacu pada PP 53/2000 yang sudah ada saat ini, revisi tersebut sangat bertolak belakang. Di pasal 25 ayat (1) PP53/2000 tersebut berbunyi “Pemegang alokasi frekuensi radio tidak dapat mengalihkan frekuensi radio yang telah diperolehnya kepada pihak lain”.

Lebih lanjut jika dilihat dari sisi lain yang positif, ketentuan ini ketentuan ini akan memudahkan proses merger akuisisi operator. Seperti diketahui Menkominfo sangat mendorong terjadinya konsolidasi antar operator.

Dengan jumlah 8 operator yang ada di Indonesia diyakini membuat industri tidak sehat, sehingga menteri menginginkan pada akhirnya hanya akan ada paling banyak 3 operator saja di Indonesia.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest