Ericsson: Smartphone dan Video Streaming Pendorong Arus Data di Indonesia

image

Jakarta, Selular.ID – Ledakan konten video di internet meningkat tajam pada tontonan stream, terutama di kalangan anak muda. Tercatat, lalu lintas mobile data hampir berlipat ganda pada 2015 di 4 dari 10 negara-negara utama di kawasan Asia Tenggara dan Oceania.

Hal itu diungkap dalam edisi terkini Ericsson Mobility Report, South East Asia dan Oceania, yang disampaikan Thomas Jul, Presiden Direktur, Ericsson Indonesia, di Jakarta (16/62016).

Thomas Jul mengatakan remaja masa kini merupakan streaming natives, karena di dunia mereka tidak pernah memiliki pengalaman tanpa online video streaming. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran besar dalam tingkah laku.

Laporan Ericsson menyebutkan bahwa dari 330 juta nomor langganan selular di Indonesia, 100 juta di antaranya merupakan pengguna smartphone. Penetrasi langganan mobile broadband diharapkan tumbuh mendekati 80 persen dan penetrasi langganan smartphone akan lebih dari 50 persen di akhir tahun 2016.

Perusahaan asal Swedia itu memprediksi langganan smartphone akan meningkat lebih dari 150 juta nomor antara tahun 2015 dan 2021.

‎Permintaan untuk kapasitas yang lebih besar dan kecepatan data tertinggi merupakan dua dari banyak faktor yang mempengaruhi jaringan pada teknologi-teknologi akses tanpa kabel.

Ericsson mengungkap bahwa aplikasi mobile yang paling banyak diakses orang Indonesia setiap hari adalah layanan berbagi video Youtube. Baru kemudian aplikasi instant messaging WhatsApp, BBM, dan Line, serta raksasa internet Google.

ConsumerLab Ericsson menganalisis, meskipun permintaan lalu lintas data tinggi, pengguna selular di Indonesia masih mengharapkan jangkauan suara yang bagus. Mereka juga berharap adanya pengalaman pengguna saat mereka mengakses internet melalui aplikasi di perangkat pintar miliknya.

Untuk itu, penting bagi operator untuk terus mengoptimalkan jaringan performa dan memastikan jaringan-jaringan yang fleksibel untuk menghadapi perkembangan ini.