Kesetaraan Gender Pun Ada di Dunia Maya, Seperti Apa ?

browsingFsQ7SteJakarta,Selular.ID – Kesetaraan gender tidak hanya terjadi dunia nyata, kesetaraan gender pun dituntut di dunia maya. Di ranah online para wanita ini pun ingin sejajar dengan laki-laki.

Untuk memperjuangan kesetaraan gender terutama di dunia online. Twitter Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Wahid Foundation dan PurpleCode yang menghadirkan program #PositionOfStrength di Indonesia dengan tujuan memberdayakan perempuan di ranah online.

Julie Imran Grant, Public Policy Director Twitter Australia dan Asia Tenggara menuturkan bahwa program ini
Ini merupakan inisiasi Glokal, program global tapi juga lokal. Bagaimana perempuan bisa menyuarakan pendapat mereka di Twitter, tapi juga tidak melukai orang lain.

#PositionOfStrength akan diselenggarakan Sabtu 23 April 2016 (Hari ini) Acara yang telah digelar di sejumlah negara itu akan mengajarkan perempuan dalam menanggapi hal-hal negatif di media sosial secara positif.

“Program tersebut memberi kesempatan kepada 25 perempuan untuk menyuarakan opininya dalam 140 detik dan karakter baca. Kami ingin perempuan saling menginspirasi,” ujar Julie.

Inisiatif dari Twitter ini pun disambut baik oleh Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation ketika ditemui di sela acara #PositionOfStength. Dia menilai, inisiatif yang digalang Twitter sangat baik sekali, dengan membuat kampanye #PositionOfStrength di mana dalam kampanye tersebut digunakan untuk memperjuangan kesetaraan gender terutama di dunia online.

“Kita juga sama-sama tahu bahwa dalam dunia online masih ada kesenjangan tentang isu gender dan perempuan-perempuan masih sering jadi korban bullying dan itu masih banyak terjadi,” ungkap Yenny

Yenny mengutarakan, maka dari itu harus ada sebuah upaya untuk memastikan bahwa semacam upaya untuk menguatkan perempuan terutama dalam dunia online harus disikapi dengan baik dan benar.

Ia menekankan, apabila tidak ada pengimbang upaya untuk menguatkan perempuan sangat disayangkan sekali. “Saya sangat mendukung sekali apa yang dilakukan Twitter dan kita ingin kampanye ini massive dan kemudian banyak orang tersadar akan untuk mendapat informasi yang sangat penting,” tambah Yenny.

Yenny melihat, adanya penggunaan platform-platfrom teknologi secara online ini, perempuan-perempuan yang walaupun secara fisik tidak bisa keluar rumah. Tetapi mereka bisa beraktivitas menggunakan platfrom online. (edk)