spot_img
BerandaHeadlineBantu OEM Atasi TKDN, Qualcomm Gandeng ODM

Bantu OEM Atasi TKDN, Qualcomm Gandeng ODM

-

ShannedySingapura, Selular.ID – Dalam upaya menghadirkan produk terbaik, para vendor ponsel tak sendirian. Guna mematuhi kebijakan pemerintah Indonesia soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di ponsel 4G, sang produsen prosesor ikut turun tangan. Qualcomm misalnya, mengaku sedang dalam tahap “PDKT” ke startup lokal untuk kustomisasi pengembangan chip yang bisa menambah jumlah perhitungan sebagai kandungan dalam negeri.

Hal tersebut diungkap Shannedy Ong, Senior Director, Business Development, Qualcomm Southeast Asia & Pacific, kepada Selular.ID, di Singapura (31/3/2016) di sela-sela acara debut Snapdragon 820. Ia menekankan bahwa itu bukan pengembangan aplikasi mobile, perusahaannya fokus pada pengembangan chip.

Seperti diketahui, regulasi pemerintah RI menetapkan TKDN sebanyak 20 persen untuk tiap-tiap ponsel 4G yang beredar di pasar nasional. Untuk itu, para vendor harus “berjibaku” supaya bisa memenuhi persyaratan apabila mau menjajakan produknya di tanah air, yang, di dalamnya juga tertanam chipset produk Qualcomm.

Melihat banyak mitranya yang “kewalahan” membuat Qualcomm tidak berdiam diri. Saat ini produsen chip Snapdragon tersebut sedang dalam proses menjalin kerja sama dengan Original Design Manufacturing (ODM) lokal Indonesia untuk membuka teknologinya ke mereka.

“Caranya, mereka harus signup lisensinya. Lalu Qualcomm akan memberikan lisensinya secara legal. Kemudian mereka tandatangan, dan kita akan buka teknologinya. Jadi mereka bisa akses ke teknologi Qualcomm untuk melakukan kustomisasi ke developmentnya,” papar Shannedy.

Kalau itu dilakukan di lokal indonesia, tambahnya, pemerintah sudah menganggapnya sebagai TKDN. Itu merupakan salah satu upaya Qualcomm membantu para startup lokal ODM di Indonesia dan membantu OEM yang terbentur regulasi TKDN. Lewat pengembangan lokal, itu sudah terhitung sebagai penambah komponen lokal.

“Tapi, kita akan berusaha hasil development mereka menjadi lisensinya Qualcomm,” pungkas Shannedy.

Artikel Terbaru