Thursday, December 12, 2019
Home News Global Teleshop Bakal Hilang dari Peredaran?

Global Teleshop Bakal Hilang dari Peredaran?

-

Global-TeleshopfotoJakarta, Selular,ID – Siapa tak kenal dengan Global Teleshop. Retailer ponsel yang punya jaringan hingga ratusan toko di tanah air, adalah tempat yang sangat direkomendasikan bagi setiap orang untuk membeli gadget baru, baik ponsel, laptop atau tablet, juga aksesoris lain yang menunjang penampilan. Jaminan asli bergaransi yang diusung Global Teleshop sejak lama, membuat persepsi Global Telehop menancap kuat di benak konsumen hingga kini. Harga yang sedikit lebih mahal, tak membuat konsumen berpindah karena jaminan purna jual tersebut.

Namun, sayangnya eksistensi toko legendaris itu, sekarang justru terancam. Informasi awal yang didapat Selular.ID dari hasil penelusuran ke beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta, mengindikasikan bahwa Global Teleshop tak lagi dipertahankan oleh manajemen PT Trikomsel Oke.

Seluruh jaringan toko akan berganti dengan rupa dibawah brand Oke Shop. Jika ini diwujudkan berarti PT Trikomsel Oke lebih memilih menggunakan single store ketimbang dua toko seperti yang selama ini dilakukan pasca akusisi Trikomsel terhadap PT Cipta Multi Usaha Perkasa, pemilik Global Teleshop sebelumnya pada 2012.

Penyeragaman toko Global Teleshop menjadi Oke Shop tampaknya merupakan buntut dari buruknya kinerja Trikomsel Oke. Emiten berkode TRIO ini mengalami kerugian sebesar Rp 330,540 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2015. Berbanding terbalik dengan periode sama tahun lalu yang masih mencicipi laba Rp 205,503 miliar.

Tercatat pemilik merek dagang Global Teleshop dan Okeshop ini, hanya memiliki pendapatan Rp 5,687 triliun. Melorot 29% dibandingkan periode sama tahun lalu dimana masih mendapatkan pendapatan Rp 8,098 triliun. Sekaligus terendah dibandingkan dua kompetitornya itu.

Laba usaha dari Trikomsel juga hanya Rp 71,527  miliar, berbanding terbalik dengan periode sama tahun lalu yang menjulang di Rp 687,968 miiliar. Pendapatan Trikomsel berasal dari penjualan telepon seluler Rp 565,932 miliar, penjualan voucher isi ulang Rp 84,229 miliar, dan lainnya.

Rontoknya kinerja Trikomsel rupanya membawa dampak ikutan. Yakni, kegagalan membayar bunga pinjaman Senior Note tahun 2016 senilai S$ 115 juta dan Senior Note tahun 2017 senilai S$100 juta.

Alhasil, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat Trikomsel menjadi idSD dari idCCC dan mempertahankan peringkat idCCC untuk Obligasi Wajib Konversi (OWK) I Tahun 2012 milik emiten tersebut.

Hingga saat ini belum diperoleh pengumuman resmi mengenai nasib Global Teleshop dari PT Trikomsel Oke. Rencana penutupan gerai Global Teleshop oleh Trikomsel Oke, tentu merupakan langkah drastis demi efisiensi dan memangkas biaya operasi. Meski hal tersebut sangat disayangkan mengingat Global Teleshop adalah brand yang sudah mengakar, bahkan di mata konsumen persepsinya sesungguhnya melebihi Oke Shop.

Latest