Beranda Headline Butuh Dana USD 7 juta Untuk Lahirkan 200 Startup Dalam Setahun

Butuh Dana USD 7 juta Untuk Lahirkan 200 Startup Dalam Setahun

-

IMG-20160122-WA0000Jakarta, Selular.ID – Maraknya startup yang bermunculan di Indonesia menjadi perhatian banyak pihak, tidak terkecuali pemerintah. Dalam perkembangan industri e-commerce banyak program yang memfasilitasi starup baru untuk mematangkan usaha yang startup diciptakan.

Namun pemerintah melihat banyaknya program tersebut seperti tidak terarah dan tidak terkontrol. Artinya usai program itu, para startup tersebut seperti tidak ada arah. Sehingga apa yang mereka buat tidak menghasilkan apa-apa. Inilah yang menjadi perhatian Pemerintah.

“Saya melihat setelah program berakhir biasanya sudah selesai sampai disitu aja, kan sayang sekali. Saya inginnya para startup ini difasilitasi hingga mereka jadi,” ujar Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di acara 5 Minutes For e-Commerce 2016 di Jakarta (22/01/16)

Lebih jau Rudiantara menjabarkan, bahwa pemerintah ingin membuat sekitar 200 teknopreneur setiap tahunnya. Bahkan, dalam lima tahun akan ada sekitar seribu teknopreneur asli Indonesia.

“Kami ingin e-commerce tumbuh lebih cepat lagi di Indonesia. Untuk itu, kami menargetkan ada 200 teknopreneur baru setiap tahun. Dari sana, kami harus menghitung mundur berapa yang harus masuk inkubator guna mengantisipasi adanya kegagalan ,” jelas Rudiantara

Rudiantara menambahkan bahwa dalam setahun kira-kira dibutuhkan sebanyak 8 ribu program talks. Dari sini akan diseleksi untuk diantar menuju sebuah workshop yang berisi berbagai pelatihan dan pembekalan.

“Setelah itu, kita bisa membuat program hackathon. hackathon akan lahir startup baru. Startup ini baru siap beroperasi dan harus dikembangkan hingga menjadi teknopreneur. Upaya membuat 200 startup ini bisa menghabiskan dana sekitar USD7 juta,” jelas Rudiantara.

Untuk mendapatkan dana tersebut, Rudiantara mengajak para stakeholder industri ini untuk urunan. Diharapkan para teknopreneur ini dapat menjadi pendorong ekonomi digital.

Artikel Terbaru