Instagram: Orang Indonesia Tidak Keberatan Melihat Iklan

instagramJakarta, Selular.ID – Sebagian pengguna mungkin merasa kesal ketika menemukan iklan di timeline media sosial miliknya tanpa seizinnya (mem-follow brand). Tapi ternyata, lebih banyak orang Indonesia yang tidak keberatan ketika “dipaksa” melihat gambar atau menonton sebuah video iklan di Newsfeed mereka.

Hal itu disampaikan oleh Paul Webster, Brand Development Lead, Instagram, Asia Pacific, dalam acara “Temuan mengenai pengguna Instagram di Indonesia,” hari ini (14/1/2016) di Jakarta.

Kepada Selular.ID, Paul menyebut bahwa Indonesia merupakan salah satu negara penikmat konten iklan. “Mereka suka melihat iklan. Bahkan mereka kerap menyebarkan informasi tersebut kepada rekan dan pengikutnya di media sosial,” tuturnya.

Bukan sesumbar, Paul memiliki bukti. Menurut data internal Instagram per Oktober 2015, 60 persen pengguna usia 18-44 tahun, mengaku Instagram adalah cara terbaik untuk mencari tahu produk dan layanan terbaru dari sebuah brand.

Kemudian sebanyak 55 persen pengguna mengaku mengetahui sebuah produk atau layanan berkat akun Instagram miliknya. Lebih drastis lagi, sebanyak 47 persen pengguna memutuskan untuk melakukan pembelian, setelah melihat iklan produk atau layanan tersebut di Instagram.

Dari sisi pengguna, Paul menyebut bahwa mereka suka melihat konten yang kreatif dan memberi feedback ke sebuah iklan. Instagram akan memberi pilihan call-to-action seperti “Buy now”, “Install now”, “Visit now”, “Learn more”, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pengguna bisa “menyuarakan” keputusannya pada suatu brand. Dari situ, Instagram akan merekam profil pengguna dengan menyuguhkan iklan yang lebih relevan.

Bagi pengiklan, konten kreatif semakin dimungkinkan berkat format video dan karusel. Kendati iklan dengan format gambar lebih dominan, Paul mengaku format video terus tumbuh. Ke depannya, Paul berharap bisa melihat konten iklan yang lebih kreatif dari partner di Indonesia.

Sekarang, apakah Anda masih keberatan saat melihat iklan di timeline ketika banyak orang yang ternyata menikmatinya?