Wednesday, July 17, 2019
Home News Yuk! Kenal Dekat dengan Teknologi Fast Charging

Yuk! Kenal Dekat dengan Teknologi Fast Charging

-

faster-android-battery-charging-tips-500x342Jakarta, Selular.ID – Tidak bisa dipungkiri jika smartphone saat ini membutuhkan penyuplai daya ekstra besar untuk dapat menemani penggunanya seharian. Terlebih jika smartphone dimaksud memiliki layar besar dengan resolusi tinggi serta datang dengan seabrek fitur yang bisa menguras daya baterai. Memahami kondisi tersebut, untungnya saat ini sudah banyak vendor yang melengkapi smartphone andalannya dengan baterai berkapasitas besar. Kian lengkap, baterai yang sudah memiliki kapasitas besar itu juga sudah dibantu oleh teknologi yang membuatnya bisa dicas dalam waktu singkat.

Teknologi fast charging yang berguna untuk mempersingkat waktu pengecasan baterai, bisa datang dari vendor smartphone itu sendiri maupun tersedia melalui jalur pihak ketiga, seperti yang ditawarkan oleh produsen chipset, semisal Qualcomm maupun MediaTek. Seperti apa, berikut uraiannya.

[nextpage title=”Qualcomm Quick Charge”]

Qualcomm Quick Charge
Teknologi besutan Qualcomm ini sudah eksis sejak 2012 dan diperkenalkan sebagai Quick Charge 1.0. dengan teknologi menggunakan charger 5V/2A bisa membuat proses isi baterai 40 persen lebih cepat ketimbang charger 5V/1A. Ketika itu, teknologi Quick Charge 1.0 tersedia pada sejumlah smartphone unggulan, termasuk Samsung Galaxy S III, LG Nexus 4, LG Optimus G, dan Sony Xperia T.

Selanjutnya pada tahun 2013 Qualcomm merilis Quick Charge 2.0 bersama dengan chipset Snapdragon 800.  Didesain untuk menggunakan charger 9V/1.67A yang menawarkan pengecasan hingga 75 persen lebih cepat dari charger 5V, 1A konvensional.

Selepas Quick Charge 2.0 baru-baru ini produsen chipset mobile papan atas itu telah kembali memperkenalkan Quick Charge 3.0. Pada Quick Charge 3.0, Qualcomm menyisipkan teknologi Intelligent Negotiation for Optimum Voltage (INOV), yakni sebuah algoritma baru hasil pengembangannya. Teknologi ini didesain untuk memungkinkan perangkat memiliki kemampuan untuk menentukan level daya sesuai permintaan pada setiap point untuk transfer daya yang optimum sekaligus memaksimalkan efisiensi.

Dengan Quick Charge 3.0 pengguna dapat mengisi daya baterai smartphone atau tablet dari keadaan kosong hingga 80 persen dengan waktu hanya 35 menit dibanding pengacasan konvensional tanpa Quick Charge  biasanya membutuhkan waktu setidaknya hampir satu setengah jam. Adapun melalui INOV dan berbagai kemajuan lainnya, Quick Charge 3.0 dirancang untuk menjadi 38 persen lebih efisien daripada Quick Charge 2.0. Selain itu, Quick Charge 3.0 membantu meningkatkan pengecasan cepat hingga 27 persen atau mengurangi penggunaan daya hingga 45 persen dibanding Quick Charge 2.0. Dibanding Quick Charge 1.0, teknologi pengecasan cepat generasi ketiga dari Qualcomm ini bisa dua kali lebih cepat.

Quick Charge 3.0 akan tertanam pada chipset Qualcomm Snapdragon, di antaranya Snapdragon 820, 620, 618, 617, dan 430.

[nextpage title=”Pump Express”]

Pump Express
Jika Qualcomm memiliki teknologi Quick Charge yang dibundel pada chipset besutannya, demikian pula dengan  MediaTek. Sebagai jawaban atas eksisnya teknologi Quick Charge, MediaTek juga menghadirkan teknologi serupa, yakni Pump Express.

Sebagai teknologi fast charging yang diperuntukkan bagi smartphone dan tablet, Pump Express disematkan ke dalam Power Management Integrated Circuit (PMIC) dan disesuaikan dengan charger DC. Dengan begitu, teknologi ini akan memangkas waktu pengisian baterai perangkat, menjadi lebih cepat setengah kali dibanding dengan menggunakan charger USB standar.

Teknologi Pump Express juga memungkinkan perangkat untuk ‘bernegosiasi’ dengan DC wall charger untuk menentukan tegangan awal yang diperlukan untuk mengisi daya baterai, berdasarkan charge saat itu. Tegangan kemudian secara bertahan meningkat menjadi hingga 5V untuk memaksimalkan arus pengisian, di samping menjaga baterai agar tetap aman dalam batas termal. Pump Express tersedia dalam dua bentuk untuk menyesuaikan kapasitas baterai yang berbeda. Selain ada Pump Express yang didesain untuk DC wall charger dengan output kurang dari 10W (5V), ada juga Pump Express Plus yang dirancang untuk charger dengan output 15W atau lebih (up to 12V).

Teknologi Pump Express sudah tersedia di sejumlah varian chipset untuk smartphone dan tablet tertentu dari MediaTek.

[nextpage title=”Teknologi Fast Charging Lainnya”]

Teknologi Fast Charging Lainnya
Selain Qualcomm dan MediaTek yang notabene perusahaan pembesut chipset, ada beberapa vendor smartphone yang juga mengembangkan teknologi fast charging untuk perangkatnya. Seperti Asus, misalnya, vendor asal Taiwan ini memiliki teknologi yang disebut sebagai BoostMaster. Tertanam di smartphone ZenFone 2, teknologi BoostMaster diklaim mampu mengisi daya baterai hingga 60 persen tidak lebih dari 39 menit. Teknologi BoostMaster dikolaborasikan menggunakan 9V/2A 18W Class Leading Adapter.

Ada juga Oppo lewat teknologi flash charge VOOC yang memiliki kemampuan untuk mengisi daya baterai hingga 75 persen hanya dalam waktu 30 menit. Oppo mengklaim teknologi flash charge-nya memiliki kemampuan pengisian 4 kali lebih cepat dibanding pengisi daya biasa. Dibanding dengan perlindungan arus tinggi biasa, VOOC menggunakan 5 tingkat lapisan pelindung dari adaptor hingga port dan bagian dalam ponsel. Lima perlindungan tersebut, di antaranya: penguji tegangan di dalam adaptor, pengenal VOOC di dalam adapter, pengenal VOOC di dalam ponsel, uji tegangan di dalam ponsel, dan sekering di dalam ponsel.

Sementara Samsung dalam paket penjualan Galaxy S6 telah menyertakan Adaptive Fast Charger. Teknologi fast charge ini memungkinkan untuk mengisi daya baterai dari 0 hingga 50% dalam waktu 30 menit saja.

Latest