BerandaNewsIndonesia Akan Pamer Kekuatan E-Commerce di Silicon Valley

Indonesia Akan Pamer Kekuatan E-Commerce di Silicon Valley

-

image

Jakarta, Selular.ID – Pertumbuhan e-commerce di Indonesia terbilang cukup pesat. Saking pesatnya pertumbuhan tersebut bahkan pada tahun 2020 nanti diyakini sektor ini dapat tumbuh hingga 10 kali lipat.

Keyakinan tersebut disampaikan oleh Rudiantara, Menkominfo RI saat menjelaskan maksud rencana lawatannya ke Silicon Valley kepada awak media di kantor Kominfo, Jakarta (20/10/2015).

Dalam kunjungan tersebut dijelaskan juga akan menggali berbagai  informasi terkait e-commerce sehingga diharapkan Rudiantara, dapat mempercepat dan memperkaya perumusan roadmap e-commerce yang belum kunjung selesai. “Mudah-mudahan roadmap ini bisa cepat diselesaikan, jelasnya saat ditemui di Press Room Kominfo, Jakarta (20/10/2015).

Indonesia sendiri dikatakan Chief RA akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. “Indikasinya adalah pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat di Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut menteri yang akrab disapa Chief RA ini menyampaikan jika roadmap e-commerce nantinya dapat diterapkan secara disiplin oleh para pelaku bisnis online diyakini pada tahun 2020 nanti transaksi e-commerce bisa mencapai USD130 Miliar.

Meski demikian untuk mewujudkan ekonomi digital tersebut ada beberapa persoalan yang harus diaelesaikan seperti permasalahan logistik, pendanaan bagi para pelaku e-commerce kategori UKM serta perlakuan pajak.

Kekuatan dan potensi besar yang dimiliki Indonesia ini dikatakan Menkominfo juga akan dipamerkan saat kunjungannya ke wilayah yang dikenal sebagai pusatnya technopreneur tersebut.

“Nanti kita akan bawa Go-Jek Nadiem, William Tanuwijaya Tokopedia, hingga Andrew Darwis Kaskus, itu yang establishe, kalau yang startup dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) saya lupa lagi. Ini lho yang akan jadi unicorn Indonesia,” katanya.

Unicorn company sendiri dijelaskan Rudiantara merujuk pada startup yang nilai valuasinya mencapai lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,7 triliun.

Dibawanya para pelaku e-commerce tersebut untuk memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki startup yang berpotensi besar sehingga para pelaku bisnis itu pun bisa saling bicara di sana.

Artikel Terbaru