Monday, August 19, 2019
Home News Dampak Melemahnya Rupiah, Indosat Antisipasi Melonjaknya Utang Dalam Dollar

Dampak Melemahnya Rupiah, Indosat Antisipasi Melonjaknya Utang Dalam Dollar

-

Alexander-RusliJakarta, Selular.ID – Nilai tukar rupiah yang terus terjun bebas hingga melewati Rp14.000 per dollar AS, mulai mempengaruhi beban utang operator, termasuk Indosat yang punya portfolio utang dalam dollar masih cukup banyak. Beban utang otomatis bertambah Rp 1 triliun hanya dalam tempo beberapa bulan sejak rupiah terdepresiasi sangat dalam. Pasalnya, menurut CEO Indosat, Alexander Rusli, asumsi dollar sebelumnya dipatok pada level Rp12.800.

Saat ini Indosat memiliki total utang sekitar USD2 miliar. Dari total utang itu, sekitar 30 persen merupakan utang dalam mata uang dollar AS. Berkurang 20 persen sejak Juni 2015. Selain mempengaruhi utang, rontoknya kurs rupiah terhadap dollar AS turut mengganggu belanja modal alias capital expenditure (Capex).

“Jumlah pelanggan meningkat mendorong tingginya trafik. Berarti kapasitas bertambah terus. Kapasitas yang bertambah itu butuh Capex,” ujar Alex.

Alex mengatakan, meski mempengaruhi Capex, Indosat akan tetap memerlukan dollar karena belanja modal sebagian dalam mata uang dollar AS. Ketika dollar AS mahal, Indosat akan mencari cara agar kebutuhan dollar AS tidak besar. Caranya antara lain dengan menegosiasi ulang dengan vendor agar menjual barang dengan harga yang lebih murah ke perusahaan.

Alex menambahkan, untuk saat ini kondisi ekonomi global masih akan sulit diprediksi. Rupiah bisa saja akan terus melemah sebab currency war antara yuan (China) dengan berbagai mata uang kuat lainnya belum menemukan tanda-tanda reda.

“Dalam satu bulan ini kami masih wait and see. Namun demikian, Indosat sudah memproyeksikan berbagai exit strategy yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah dan panjang agar kinerja perusahaan tidak terganggu”, tukas Alex.

Latest