Beranda News E-Commerce MarkPlus: Potensi E-commerce Indonesia Makin Cerah

MarkPlus: Potensi E-commerce Indonesia Makin Cerah

-

Ilustrasi belanja online
Ilustrasi belanja online

Jakarta, Selular.ID – Tahun ini, indikator e-commerce Indonesia menunjukkan sinyalemen yang semakin positif. Dunia semakin memerhatikan Indonesia dan mulai membandingkannya dengan negara-negara baru modern seperti India, Brazil, atau Tiongkok.

Pasar e-commerce di Indonesia, bila berbicara soal potensi tentu saja sangat besar. Forum bulanan yang dihelat oleh MarkPlus Center Economy & Business di Jakarta, mengungkapkan bahwa penetrasi Internet Indonesia yang mencapai 74 juta dan diperkirakan akan meningkat menjadi 102 juta tahun 2016, membuka gerbang lebar-lebar bagi perusahaan e-commerce yang memasarkan produk mereka melalui platform online.

Nilai pasar e-commerce Indonesia juga terus naik, tahun 2013 nilainya mencapai Rp94.5 Triliun, dan di tahun depan nilai tersebut diprediksi akan meroket hingga tiga kali lipat menjadi Rp295 Triliun.

Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, rata-rata penetrasi Internet terhadap total populasi di Asia Pasifik adalah 32 persen. Di Indonesia angkanya masih di kisaran 29 persen. Dari pengguna Internet di Indonesia yang sebanyak 74 juta tersebut, menurut riset idEA hanya 6 persen yang berbelanja online. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki 32 persen pengguna Internet menghabiskan waktu online dengan berbelanja.

Industri e-commerce Tanah Air memiliki beragam alternatif pilihan bagi sejumlah konsumennya dengan menghadirkan berbagai situs yang menawarkan keuntungan masing-masing. Melihat fenomena tersebut walapun jumlah penetrasi internet di Indonesia masih rendah, tidak menutup kemungkinan bahwa negeri ini akan menyaingi negara Asia lain dalam menghasilkan penjualan e-commerce.

“Masih banyak ruang untuk bertumbuh,” kata Doddy Lukito, CTO Ezytravel.com, kepada Selular.ID

Hasil diskusi ini juga menunjukkan bahwa orang Indonesia juga sudah mulai nyaman berbelanja produk mahal, seperti gadget dan peralatan rumah tangga, meski fashion masih menjadi primadona yang paling banyak dibeli.

Artikel Terbaru