BRTI: Tarif Beda Zona Sah-Sah Saja

image

Jakarta, Selular.ID – Penerapan tarif layanan internet beda zona yang diberlakukan oleh Telkomsel untuk pelanggannya dinilai oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) merupakan hal yang wajar.

“Secara teori pasar sah-sah saja karena investasi yang dilakukan oleh operator untuk membangun infrastruktur di Pulau Jawa berbeda dengan di wilayah lain di kawasan timur Indonesia,” ungkap I Ketut Prihadi Kresna, Salah satu anggota BRTI kepada Selular.ID.

Selain faktor biaya investasi, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan operator juga mempengaruhi besarnya tarif yang dikenakan oleh operator. Jika investasi besar tetapi jumlah pelanggannya banyak sehingga faktor pembaginya lebih besar maka harga satuannya bisa lebih murah.

Di Pulau Jawa menurut Ketut tarif bisa murah karena jumlah pelanggannya banyak, sedangkan di NTB atau Papua jumlah pelanggan yang dimiliki operator masih sangat terbatas sehingga tarif yang dikenakan jadi lebih mahal.

Perbedaan tarif di wilayah yang berbeda dijelaskan Ketut sebenarnya juga sudah lama terjadi pada layanan voice dan SMS. Hanya saja untuk layanan dasar tersebut pelanggannya sudah cukup besar karena sudah menjadi kebutuhan. Selain itu menurut Ketut untuk layanan voice dan sms sudah ada ketentuan yang mengatur  tarif yang diberlakukan.

“Dalam peraturan menteri komunikasi dan informatika no 9/2008 yang diatur baru untuk layanan voice dan SMS saja, layanan internet belum dimasukkan karena pada saat itu penggunaan layanan data (internet) belum terlalu banyak,” jelasnya.

Menurut Ketut pembahasan mengenai pengaturan tarif layanan data akan dimulai awal tahun 2016 mendatang untuk merumuskan formula perhitungan tarif untuk layanan data.