Bandung Command Centre sebagai bagian dari program Smart City (Foto: Hendra/Selular.ID)
Bandung Command Centre sebagai bagian dari program Smart City (Foto: Hendra/Selular.ID)
Bandung Command Centre sebagai bagian dari program Smart City (Foto: Hendra/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – ZTE menghadirkan rangkaian solusi smart city yang mencakup 3 bidang utama, yaitu manajemen urusan pemerintahan, ekonomi industri, dan aplikasi untuk mata pencaharian.

Ditemui di ajang Asia Africa Smart City Summit yang merupakan bagian dari Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015, Liu Feng, President Director of Smart City ZTE menuturkan beberapa kelebihan konsep kota pintar yang dikembangkan perusahaannya. Liu Feng menyampaikan bahwa pihaknya menggabungkan keahlian yang dimiliki oleh mitranya untuk memberikan pelayanan ahli yang end-to-end, termasuk perencanaan dan konsultasi profesional, pembangunan platform, integrasi produk, pengiriman solusi, operasi finansial, dan mencakup seluruh aspek pembangunan dan pelayanan kota.

Lebih lanjut Liu Feng juga menambahkan beberapa kelebihan smart city yang ditawarkannya. Di antaranya adalah mampu membangun teknologi tinggi yang sudah memiliki hak kekayaan intelektual

“ZTE memiliki teknologi unggul yang telah mendapatkan hak kekayaan intelektual, seperti teknologi 4G, komputasi cloud, Internet of Things, penggalian data, sekuritas, jaringan dan berbagai bidang lainnya,” ungkapnya kepada Selular.ID di Bandung (22/04/2015).

Kelebihan lain yang dimiliki ZTE adalah mampu memberikan konsultasi dan perencanaan tentang smart city dengan desain yang terbaik. Diakui Liu Feng, ZTE memiliki tim konsultasi perencanaan yang profesional dan mampu menyediakan perencaan yang strategis dan desain umum untuk smart city dari perspektif global untuk sebuah kota.

ZTE juga mengklaim mampu mengintegrasikan rantai industri, pelayanan global dan penyampaian terintegrasi untuk smart city. “Kami memiliki lebih dari 2000 mitra dari seluruh dunia dan rantai industri IT, menyediakan seluruh pelayanan di satu tempat, termasuk desain kelas atas, pembangunan platform, integrasi solusi dan layanan outsourcing,” cetusnya.

Yang terakhir dan tidak kalah penting menurut Liu Feng ZTE mampu membangun dan mengoperasikan smart city yang inovatif. Dengan alokasi dana 20 miliar dolar Amerika, ZTE menyediakan sistem Build on Transfer (BOT), BLT, informasi layanan outsourcing yang inovatif dan tipe lainnya dari model pembangunan dan operasi smart city. (bda)