Peluncuran smartphone BenQ B502 (Foto: Bambang/Selular.ID)
Peluncuran smartphone BenQ B502 (Foto: Bambang/Selular.ID)
Peluncuran smartphone BenQ B502 (Foto: Bambang/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – BenQ, produsen teknologi asal Taiwan yang selama ini lebih dikenal dengan produk monitor dan proyektor, tergiur dengan potensi bisnis smartphone di Indonesia. Smartphone BenQ B502 yang diluncurkan pada Senin (20/04/2015), menjadi penanda mereka siap untuk kembali bertarung di pasar ponsel Tanah Air yang kian kompetitif.

Meski namanya masih terbilang asing di peredaran ponsel, sejatinya BenQ telah lama malang melintang di industri mobile. Jika dirunut ke belakang, perusahaan ini telah mengalami lika-liku yang panjang, jatuh bangun agar bisa bertahan.  Eko Handoko Wijaya, Country General Manager BenQ Indonesia, mengatakan bahwa mereka bukanlah pemain baru. “Kami telah memasuki bisnis ponsel sejak 18 tahun yang lalu atau tahun 1997, bahkan telah memulai riset dan pengembangan teknologi GSM sejak 1993” ujarnya saat peluncuran BenQ B502 di Jakarta.

Ia mengungkapkan, dulunya BenQ menjadi ODM (original design manufacturer) untuk beberapa vendor ponsel. Kemudian tergiur membuat ponsel dengan merek sendiri. Ambisi untuk menjadi pemain besar dilakukan dengan mengakuisisi vendor ponsel ternama asal Jerman, Siemens pada Juni 2005. Karena nama Siemens lebih populer, mereka pun menggabung merek menjadi BenQ Siemens.

“Pada waktu itu penjualannya kami berhasil menjual sekitar 18 juta unit secara global. Dalam tahun pertama, kami berhasil mengangkat penjualan Siemens yang sempat menurun saat diakuisisi,” papar Eko. Namun rupanya keberuntungan hanya terjadi di tahun pertama. “Akuisisi berjalan dua dan tiga tahun karena sinergi tidak baik dan harapan tidak tercapai. Kami pun memutuskan untuk berjalan sendiri tanpa nama Siemens,” kenangnya.

BenQ pun kembali bermain di belakang layar, menjalani bisnisnya sebagai ODM. Juga memproduksi panel layar untuk berbagai produk, termasuk smartphone. Eko bahkan mengklaim sebagian besar panel layar smartphone yang beredar saat ini diproduksi oleh BenQ.

Setelah sekian lama, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali berbisnis smartphone. BenQ mencoba bangkit dengan mengusung ponsel Android murah. Pada tahun 2013 dikeluarkanlah dua ponsel Android seri F3 dan A3. Sayangnya, produk tersebut tidak hadir di pasar Indonesia. Baru di tahun 2015 ini, mereka berani kembali unjuk gigi di Tanah Air. Rencananya, di tahun 2015 ini akan ada enam smartphone yang dipasarkan dari jajaran seri B, T, F, dan Q.

Perusahaan optimis, smartphone besutannya akan diterima pasar. Untuk tahap awal, strateginya adalah dengan melalui jalur e-commerce dengan menggandeng Lazada sebagai mitra ekslusif untuk menjajakan BenQ B502. Langkah yang dinilai cukup efektif dan jitu, mengingat beberapa vendor baru seperti Xiaomi dan OnePlus One, laris manis menjual produknya di Lazada. Begitupun dengan beberapa vendor yang sudah eksis seperti Lenovo, Evercoss, dan sebagainya.

Stategi lainnya, menggandeng aktris Olivia Jensen sebagai brand ambassador Ben B502. Artis cantik ini akan membantu mempromosikan produk baru tersebut melalui media sosial Instagram dengan kegemarannya foto “selfie” yang diambil dari kamera ponsel Ben Q.