Gedung R&D ZTE (Foto: ae-design.cn)
Gedung R&D ZTE (Foto: ae-design.cn)
Gedung R&D ZTE (Foto: ae-design.cn)

Jakarta, Selular.ID – ZTE belum lama ini mengumumkan bahwa aplikasi hak paten global yang diajukan oleh perusahaan telah mencapai 60.000 lebih. Hal tersebut merupakan salah satu strategi M-ICT ZTE yang baru, yaitu menciptakan inovasi dari penelitian sehingga dapat meningkatkan nilai.

Demi mengokohkan posisi perusahaan sebagai salah satu inovator teknologi terkemuka di dunia, ZTE telah mendapatkan lebih dari 17,000 hak paten. Berdasarkan laporan tahunan terbaru yang diterbitkan oleh WIPO (World Intellectual Property Organization) bulan ini, ZTE menduduki peringkat ketiga dunia dalam pengajuan hak paten di bawah PCT (Patent Cooperation Treaty). Ini adalah tahun kelima di mana ZTE secara beturut-turut ditetapkan sebagai perusahaan teknologi top-3 di dunia oleh WIPO.

Perusahaan asal Tiongkok ini mengklaim lebih dari 90% paten miliknya dihasilkan dari penemuan orisinil, termasuk banyak paten penting yang diadopsi dalam industri teknologi telekomunikasi global. Agar dapat berperan penting dalam pengembangan teknologi generasi berikutnya, ZTE berkomitmen pada inovasi-inovasi terdepan, seperti telekomunikasi 4G dan 5G, perangkat mobile cerdas, komunikasi optik, cloud-computing, big data, dan teknologi-teknologi baru yang muncul.

Guo Xiaoming, Chief Legal Officer ZTE, mengatakan bahwa inovasi teknologi adalah hal yang utama dalam bisnis ZTE, di mana penelitian yang telah dipatenkan adalah kunci untuk menguatkan pertumbuhan operasional perusahaan secara global. “Di bawah strategi M-ICT baru, kami akan terus memanfaatkan aset kekayaaan intelektual kami untuk mendorong inovasi baru, menghadirkan produk dan pelayanan yang unggul untuk pelanggan kami di seluruh dunia,” ujarnya.

Untuk diketahiu, pada tahun 2014 ZTE meluncurkan strategi M-ICT untuk mempercepat penciptaan inovasi sehingga dapat mendukung para pelanggan untuk merebut kesempatan baru dan menciptakan nilai dari pertumbuhan konektifitas mobile yang sangat pesat. Karena para pengguna dan berbagai perangkat memiliki kemampuan besar untuk berkomunikasi, era M-ICT akan mendorong inovasi transformatif untuk konsumen personal, bisnis, dan seluruh industri.

ZTE menyatakan akan terus melakukan berbagai inovasi, seperti pengisian daya tanpa menggunakan kabel untuk kendaraan listrik, teknologi pembangkitan energi listrik berskala kecil yang menghasilkan daya listrik di suatu tempat yang lebih dekat dengan konsumen dibandingkan dengan pembangkit listrik pusat (distributed power generation), platform dan aplikasi big data, dan Internet Finance. Selain itu, juga mengembangkan Internet of Vehicles, mobil yang dapat beroperasi tanpa supir, robotika, dan teknologi satelit dengan ketinggian yang rendah.

Inovasi lain yang dimiliki ZTE adalah menciptakan Star 2, yaitu smartphone yang dilengkapi dengan teknologi pengatur suara. Dengan Smart Voice Allience, yang bekerjasama dengan Baidu, Nuance, Audience, dan NXP, ZTE berupaya untuk mendorong pengembangan teknologi yang lebih lanjut di industri tersebut. Awal bulan ini, ZTE juga telah mengumumkan kerjasamanya dengan Telkom Indonesia untuk membangun Pusat Inovasi Bersama yang  berfokus pada pengembangan teknologi Internet Protocol-based (IP-based) video.