Ilustrasi Cool box HappyFresh, (foto: Choi/Selular.ID)
Ilustrasi Cool box HappyFresh, (foto: Choi/Selular.ID)
Ilustrasi Cool box HappyFresh, (foto: Choi/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Pengiriman barang belanja di bisnis e-commerce mulai mengikuti sistem kerja restoran cepat saji. Bila memesan makanan biasanya lewat panggilan telepon, maka saat ini membeli produk sedang tren melalui aplikasi di smartphone. Tidak lebih dari satu jam, barang pesanan sudah tiba di depan rumah yang diantar oleh kurir yang mengendarai sepeda motor. Layanan pesan dan antar dalam hitungan puluhan menit tersebut sudah dikelola oleh startup yang sedang merangkak naik seperti Go-Jek dan HappyFresh.

Berbeda dengan Go-Jek yang bersedia mengantar segala jenis barang, HappyFresh lebih fokus ke bahan grocery yang tersedia di Ranch Market dan Farmers Market. Markus Bihler, CEO HappyFresh, juga mengklaim bahwa kinerja layanannya lebih tersistematis.

HappyFresh membagi sistem kerja menjadi dua tim berbeda yang terlibat dalam setiap transaksi. Tim pertama berisikan dua sampai tiga profesional pickers yang ditempatkan di titik-titik store rekanan untuk mengambil dan memilik produk pesanan terbaik. Sementara, tim kedua adalah driver yang harus selalu siap mengantar barang ke rumah pengguna.

“Di setiap store, kami menempatkan dua driver dan tiga profesional pickers yang sudah dilatih untuk memilih produk pesanan dan mengantarnya. Bila produk yang sampai ke tangan pembeli kurang bagus, bisa refund,” kata Markus.

HappyFresh mengklaim ada sekitar 100 pelanggan yang menggunakan jasanya. Tiap driver kebagian jatah mengantar dua sampai tiga pemesan setiap hari.

Di Jakarta, biaya pengiriman selama satu jam dikenakan biaya Rp50.000 jika total belanja kurang dari Rp400.000, dan ongkos kirim Rp30.000 untuk jumlah belanja lebih dari Rp400.000. Khusus total belanja diatas Rp700.000, HappyFresh tidak bakal meminta pungutan biaya pengiriman apa pun. HappyFresh menerima pembayaran melalui kartu kredit dan tanda penerimaannya bakal dikirim ke email pemesan. Karena tiap driver dibekali satu smartphone, pemesan harus membubuhkan tanda tangan saat transaksi sudah selesai. (bda)