SHARE
Salah seorang developer sedang unjuk Qlue, (foto: Choi/Selular.ID)
Salah seorang developer sedang unjuk Qlue, (foto: Choi/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Program Jakarta Smart City tak bisa lepas dari ekosistem pengelolanya agar berjalan optimal, mulai dari masyarakat, aparat/petugas, hingga pemerintah pusat. Keberhasilan rantai sistem “kota pintar” ini sejatinya bertumpu pada dua jenis aplikasi mobile berbasis Android, yakni Qlue dan Cepat Respons Opini Publik (CROP).

Qlue merupakan aplikasi yang berperan sebagai wadah penampung segala kepentingan warga, sedangkan CROP merupakan aplikasi yang hanya diperuntukkan bagi aparat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan aparat Kepolisian dalam mengakomodir konten dari Qlue. Bangganya, kedua aplikasi tersebut besutan developer lokal, TerraLogic.

Qlue sebenarnya mengadopsi bentuk jejaring sosial, bukan hanya aplikasi satu arah. Di sini, warga dapat menyampaikan aspirasi pengaduan real time, melaporkan semua kejadian di sekitar, hingga mem-follow teman-teman layaknya jejaring sosial lain. “Paling sering sih tentang jalanan rusak, penumpukan sampah, dan macet. Sehari paling banyak pernah mencapai 200 sampai 300 laporan,” ujar M. Wahyu Firdiansyah, Marketing & Promotion TerraLogic, kepada Selular.ID.

Laporan disampaikan tidak hanya dalam bentuk tulisan tetapi juga foto. Laporan dari masyarakat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan dashboard smartcity.jakarta.go.id. TerraLogic sendiri merupakan partner Google dalam hal enterprise dan maps di Indonesia, sehingga perusahaan dengan mudah dapat menarik data pemetaan. “Kita tarik data dari Waze,” tambah Paulus Chandra, Account Manager TerraLogic.

Khusus CROP, aplikasi ini hanya bisa diunduh dan diinstal oleh seluruh aparat Pemprov DKI di smartphone mereka, terutama lurah dan camat. Jadi alur pelaporan di mulai dari postingan di Qlue, kemudian sampai ke Pemerintah Pusat, dan dari Pemerintah baru disalurkan ke lurah dan camat melalui CROP.

Saat ini, baik Qlue maupun CROP, baru bisa dinikmati oleh pengguna Android. Namun, TerraLogic berjanji bakal menyediakan fasilitas serupa untuk pemakai iOS dalam waktu dekat. “Masih kita develop, mungkin dua bulan ke depan sudah tersedia untuk iOS,” ucap Wahyu. (bda)

2 COMMENTS

  1. Kepada yth, Gubernur DKI (BCP/ Ahok)
    sesuai dengan ide Bapak menjadikan hari sabtu, minggu menjadikan gedung kantor lama menjadi tempat wisata balaikota membuat kami sebagai masyarakat ibukota sangat senang dimana selain pembelajaran kepada generasi tua/ muda akan sejarah Jakarta dan rencana pembangunan ke depannya,juga dengan kulinernya dengan harga terjangkau maka kami sangat berterima kasih sekali, maka dengan sukacita kami datang berwisata balaikota pada tanggal 26 september 2015 jam 11.00 wib, tapi kami kecewa dengan apa yang kami alami saat kami mau pulang sekitar jam 16.30 wib sore hari karena helm yang kami simpan di motor kami hilang digondol maling yang tidak bertanggung jawab, saat itu kami cari Petugas Parkirnya selama 1 (satu) jam tapi tidak ada ditempat, dan perlu diketahui motor kami parkir di besmen lantai 3(tiga) dan kami cari petugas parkir dari lantai bawah sampai parkir atas tidak ada sebagai tempat/ tujuan pengaduan orang2 yang punya masalah, akhirnya kami pulang jam 18.00 sore dan kepada petugas penjaga karcis dipintu keluar kami laporkan kejadian itu tapi responnya tidak seperti yang kami harapkan malah dia tersenyum seolah2 itu bukan bagian dari tanggung jawabnya, memang wisatanya gratis tapi kami tidak mau dihargai dengan helm yang baru kami beli seharga Rp. 160.000,–untuk itu kami mohon kepada Bapak gubernur untuk mempertimbangkan kelanjutan masa kerja petugas parkir Balaikota semuanya yang sepertimya sudah terkontaminasi dengan hilangnya barang pribadi kami ditempat parkir besmen lantai 3 bawah tersebut, dimana mereka ogah2an disaat bertugas melayani masyarakat. terimakasih Bapak Gubernur kami tetap mendukungmu…. amin

  2. Kepada yth, Gubernur DKI (Bp Ahok)
    Sebelumnya sy pernah lapor lewat no hp Bp Ahok.
    Mengenai taman di selatan stasiun kereta api Pondok Kopi. Sejak tahun 1985 sy hampir tiap hari lewat Pondok Kopi tsbt, selatan stasiun tsbt merupakan taman dan sebelah baratnya terdapat pembuangan sampah.Tetapi taman tsbt sekarang sdh menjadi ruko. Sy tdk tahu peruntukan lahan tsbt, untuk taman atau bisnis (bangunan) karena selama puluhan tahun menjadi taman dan baru 3 tahun ini menjadi ruko. Sy heran juga puluhan tahun taman terus jadi ruko.
    Terima kasih sebelumnya, semoga menjadi perhatian Bapak Gubernur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here