Monday, October 14, 2019
Home Apps Jepret Story, Membuat Jurnal Foto Secara Instan

Jepret Story, Membuat Jurnal Foto Secara Instan

-

Aplikasi Jepret Story
Aplikasi Jepret Story

Secara alami, setiap orang suka untuk mengabadikan momen-momen yang dianggap penting. Terlebih dengan adanya smartphone yang kualitas kameranya semakin bagus, memotret bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah dan cepat. Tren mobile photography semakin meningkat semenjak maraknya penggunaan media sosial dengan salah satu aktivitasnya adalah berbagi foto. Meski sudah banyak aplikasi seputar fotografi yang beredar, namun DyCode melihat ada potensi yang masih bisa digarap. Menjelang momen pergantian tahun yang lalu, perusahaan pengembang aplikasi asal Bandung ini merilis aplikasi yang mereka beri nama Jepret Story.

Aplikasi ini berbeda dengan Instagram, Flickr, PicMix atau layanan photo sharing pada umumnya. Dari informasi di situs resmi, Jepret Story adalah tempat untuk mengumpulkan koleksi foto dan video kita yang tersebar di berbagai tempat baik itu di konten yang telah kita unggah di media sosial maupun yang tersimpan di dalam memori ponsel. Nah, foto dan video kita yang tercecer di mana-mana tersebut bisa kita rangkaikan dalam bentuk cerita visual. Sehingga lebih terorganisir dan memorable.

CEO DyCode, Andri Yadi, mengatakan dengan aplikasi ini kita dapat mengumpulkan foto dan video dari kamera smartphone, dan juga media sosial – baik untuk foto yang telah diunggah maupun foto yang akan datang yang akan dikumpulkan secara otomatis berdasarkan hashtag tertentu. Semua foto dan video akan terkumpul ke dalam sebuah ’Story’ atau cerita dan dapat diterbitkan sebagi “live gallery” atau “slideshow movie”.

Asyiknya, pengguna juga bisa mengundang teman berkolaborasi ke dalam cerita tersebut dan mengumpulkan momen bersama seperti perjalanan liburan, pesta ulang tahun, acara pernikahan hingga kegiatan kantor dan komunitas. Sebagai contoh, jika sedang berlibur bersama, pengguna tak perlu mengirimkan foto lewat email atau menandai teman pada sebuah album di Facebook. Semua pengguna yang berkolaborasi akan mendapatkan foto yang sama.

Salah satu fitur andalan dari Jepret Story adalah mampu untuk mengoleksi foto dari Instagram dan Twitter berdasarkan tagar tertentu secara realtime. ‘Story’ yang telah dibuat dapat ditampilkan pada ‘Live Gallery’. ‘Live’ berarti foto yang baru terkoleksi/diimpor ke dalam cerita secara otomatis tersedia di galeri tersebut. Tak hanya itu, pengguna dapat membuat film slideshow dengan efek menarik dari foto-foto tersebut dan membagikannya ke khalayak umum.

jepret-interface

Dari percobaan singkat yang dilakukan Selular.ID, ketika pertama kali menjalankan aplikasi ini cukup user friendly. Antarmuka terbagi menjadi dua tab utama yaitu My Stories dan Explore. My Stories berisi kumpulan jurnal cerita yang sudah kita buat, sedangkan di Explore kita bisa melihat galeri foto dari pengguna Jepret Stories yang di-set publik.

Untuk membuat Story, kita tinggal pencet ikon +, kemudian memilih salah satu dari tiga template yang tersedia yaitu Story, Event, dan Slideshow. Setelah itu, kita memasukkan judul cerita dan beberapa menu yang sifatnya optional seperti deskripsi, tags, cover photo, visibility dan invite friends. Selanjutnya memilih koleksi foto atau video dari tiga sumber utama yaitu Existing Photos (foto yang diambil dari galeri ponsel dan media sosial), Camera (langsung memotret dari kamera), dan Upcoming Photos (mengumpulkan foto menggunakan tagar dari Twitter dan Instagram).

jepret-interface 2

Aplikasi ini tergolong cukup ketat yang mana pengguna harus mengikuti prosedur sesuai langkah di atas. Jadi ketika langsung memilih foto, ada pemberitahuan yang mengharuskan untuk mengisi judul terlebih dahulu. Ini agak merepotkan jika punya koleksi foto yang banyak dan bervariasi, karena harus mengingat-ingat terlebih dulu momen atau menentukan tema, padahal fotonya saja belum dipilih. Selain itu, pilihan untuk memasukkan foto dari media sosial juga terbatas pada Twitter, Instagram, Facebook, Path dan Google Plus. Padahal masih ada layanan lain yang populer seperti Flickr dan aplikasi lokal PicMix yang penggunanya cukup banyak. Pilihan untuk mengambil konten video juga masih belum tersedia.

Terlepas dari itu, aplikasi ini cukup menjanjikan. Terbilang handal dan stabil untuk aplikasi yang usianya masih jabang bayi. Kemampuan mengoleksi foto dari tagar Instagram dan Twitter secara otomatis berdasarkan tagar sangat membantu jika mengadakan suatu event, meski sepertinya perlu juga juga pilihan mengambil foto dari akun pengguna secara otomatis. Fitur olah foto yang sudah tersedia secara built-in cukup membantu pengguna untuk memperbaiki foto langsung di situ tanpa perlu menjalankan aplikasi lain. Masih banyak fitur yang bisa dikembangkan seperti memperkuat sektor jejaring sosial dengan menambah teman, fungsi komentar, profil web dan sebagainya.

Wajar saja jika Andri optimis aplikasi ini akan disukai pengguna terutama di Indonesia hingga Asia Tenggara. Terlebih, ini bukanlah aplikasi kacangan yang dibuat cuma sekadar mengikuti tren. Buktinya, Jepret Story telah memenangkan kompetisi Indonesian Next App yang diselenggarakan oleh Telkomsel dan Samsung serta mewakili Indonesia di tingkat regional pada ajang SingTel Samsung Regional Mobile App Challenge. Tantangannya adalah memperbanyak jumlah pengguna yang saat ini masih sedikit di kisaran 500-1000 dan bagaimana agar aplikasi ini terus aktif dipakai.

Anda bisa mengunduh Jepret Story secara gratis di Google Play Store atau melalui bit.ly/jepretstory.

CATATAN:

DyCode dan Selular bekerja sama mengadakan “Jepret Holiday Story Competition” berhadiah menarik. Informasi selengkapnya silahkan kunjungi https://selular.id/jepretstory

Latest